Jakarta, Energindo.co.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah melakukan Pemboran Sumur Pengembangan Pungut PT-069. Pada Jumat (29/5/2026) telah dilakukan test produksi dengan lajunalor minyak menggunakan pompa listrik ESP sebesar 903 BOPD tanpa kandungan air. Dan langsung diproduksikan.
Demikian dilaporkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
“Produksi sumur ini berasal dari lapisan Pasir Bekasap di Lapangan Pangut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau,” kata Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto kepada Energindo.co.id, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya pemboran dilakukan secara miring / Sirectional menggunakan Rig ACS-23 hingga kedalaman akhir 3446 ftMD/3359 TVD. Proses pemborannya secara total membutuhkan waktu 12 hari dengan biaya 51.37% dari budget.
Sebagai informasi, PHR merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.















































































