Jakarta, Energindo.co.id – Sudah lebih dari sepekan telah terjadi pemadaman listrik bergilir di sebagian wilayah Indonesia. Pemadaman listrik bergilir sudah pasti sangat merugikan bagi kosumen industri dan rumah tangga. Demikian diungkapkan oleh Fahmy Radhi, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Sementara konsumen industri, kata Fahmy, memang bisa menggunakan Genset saat listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) padam, tetapi penggunaan Genset akan menambah biaya operasional bagi industri.
“Konsumen rumah tangga, yang tidak memiliki genset, terpaksa harus menggunakan lilin saat pemadaman listrik bergilir terjadi di malam hari,” tegas Fahmy pada Energindo, Minggu sore (21/6/2026).
Mantan anggota Tim Anti Mafia Migas ini mengutip pernyataan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo yang mengungkapkan alasan pemadaman listrik bergilir lebih disebabkan oleh gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) utama di Jawa dan tersendatnya pasokan batubara yang dibutuhkan PLTU.
Fahmy menuturkan, kejadian pemadaman listrik bergilir pernah juga terjadi beberapa tahun lalu yang disebabkan oleh kekurangan pasokan batubara yang dibutuhkan PLN untuk PLTU. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1395 K/2018 menetapkan target pasokan batu bara ke PLN minimal sebesar 20% dari total produksi batu bara dan menetapkan harga jual batu bara ke PLN sebesar US $70 per metrik ton. Namun kenyataan di lapangan, imbuh Fahmy, sering kali kewajiban DMO tidak dapat dipenuhi karena dinamika harga batubara di pasar dunia. Nah, pada saat harga batubara dunia tinggi, pengusaha batubara cenderung lebih mendahulukan ekspor ketimbang memasok batubara ke PLN. Dampaknya, PLN mengalami kekurangan pasokan batubara sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman listrik bergilir.
“PLN harus segera mengatasi pemadaman listrik bergilir dalam tempo sesingkatnya, memperbaiki supply chain management pasokan batubara dan meningkatkan kualitas pemeliharaan PLTU,” tegas Fahmy. Sedangkan untuk mencegah kekurangan pasokan batubara, Pemerintah harus menerapkan monitoring system untuk memastikan jumlah dan waktu pasokan batubara ke PLN terpenuhi.
Pemerintah, harap Fahmy, juga harus memberikan sanksi, yang berupa denda, larangan ekspor dan mencabut izin usaha bagi pengusaha batubara yang tidak memenuhi kewajiban DMO batubara.
“Bila pemadaman listrik bergilir tidak dapat segera diatasi, konsumen akan mengubah singkatan PLN menjadi Perusahaan Lilin Negara,” sindir Fahmy.
Menteri Bahlil bantah PLN kekurangan pasokan batubara
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah pernyataan dirinya sendiri yang menganggap bahwa kurangnya pasokan batu bara di sejumlah pembangkit menjadi biang kerok pemadaman listrik bergilir.
Dia menjelaskan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan batu bara nasional menyediakan pasokan sekitar 180 juta ton hingga 190 juta ton. “Total kebutuhan batubara PLN itu 154 juta. Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton. Artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan,” kata Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).
Padahal pada Rabu di Jakarta (18/6/2026) seperti dikutip https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260618150529-85-1370477/bahlil-jamin-tak-mati-lampu-meski-pln-kejar-20-juta-ton-batu-bara/amp
Bahlil, seusai rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa meski PT PLN (Persero) masih memburu sekitar 18 juta hingga 20 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit sepanjang 2026.
Dia mengutarakan kebutuhan batu bara PLN pada tahun ini mencapai 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 134 juta ton telah diamankan melalui kontrak pasokan.
“Batu bara pun dari total kebutuhan 154 juta ton PLN pada tahun 2026, PLN sudah melakukan kontrak 134 juta ton. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi overall enggak ada masalah,” kata Bahlil.













































































