Jatijajar, Energindo.co.id – Pada Kamis siang (18/6/2026) pukul 13.30 WIB arus listrik PT PLN (Persero) di daerah Jatijajar Kelurahan Jatijajar Kelurahan Tapos Kota Depok Jawa Barat (Jabar) tiba-tiba putus. Otomatis peralatan elektronik, seperti kulkas, televisi, laptop, mesin pencuci dan lain semacamnya yang mengandalkan setrum listrik, mati secara tiba-tiba.
Pemadaman ini terjadi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya, warga kaget bukan kepalang. “Waduh! Mati listrik ya?” ujar Yanti, ibu rumah tangga yang sedang menyetrika.
Dinda, tetangga lain juga ngomel-ngomel saat mengetahui rumahnya sekonyong-konyong mati. Ia lagi asyik nonton televisi. “Sialan ni PLN,” umpatnya, ketus. “Giliran telat bayar aja, kita kena denda! Tapi giliran padam, pegawai dan bos-bos PLN pura-pura bodoh!,” tambahnya, menumpahkan segala uneg-unegnya.
Bukan hanya ibu-ibu yang menggerutu. Terpantau, anak-anak pun yang kebetulan sedang masa libur sekolah, terpaksa keluar rumah. Dengan raut muka masam, mereka ngomel-ngomel sembari berteriak, “Mati listrik! Mati listrik! Mati listrik!
Pemadaman listrik PLN bukan saja terjadi di Jatijajar. Beberapa hari lalu, tragedi pemadaman listrik PLN juga terjadi di Tapos, Depok. “Durasi pemadaman selama 5 jam,” ungkap bang Abu, sales Ice Cream Joy Day.
“Semua pelanggan ice creamnya nelpon saya. Mereka panik. Jualan ice creamnya yang ditaruh di showcase khawatir mencair semua,” kata bang Abu. Pasalnya, bila aliran listrik padam hingga 5 jam, kerugian yang ditanggung sekitar 1 jutaan lebih.
“Apakah pihak PLN mau ganti kerugian sebesar itu,” gugat Abu. “Yang pasti, pihak PLN hanya lempar senyum,” ketus Abu.
Sebelumnya, pemadaman listrik di Sukmaja, Kalimulya dan Rawa Denok Depok juga terjadi pada Selasa (9/6/2026). Pemadaman listrik berlangsung 4 – 5 jam.
“Llistrik mati dan tidak pemberitahuan sebelumnya, ” kata Ny. Dewi, warga Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Lama, Pancoran Mas, Selasa (9/6/2026).
Dalam sebulan ini dua kali padam di wilayah ini tapi yang terlama hari ini sudah empat jam atau pukul 14.00-18.00 belum menyala akibatnya makanan di dalam kulkas jadi basi dan dibuang.
Menurut Dewi, pemberitahuan akan adanya pemadaman listrik seharusnya jauh hari sehingga dapat siap kami menjaga makanan tersebut. “Belum lagi ada barang elektronik lain yang mudah rusak karena aliran listrik byar pet seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Depok Gebyar Pandito mengakui ada pemadaman listrik akibat gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1 yang berdampak pada kemampuan pasok sistem kelistrikan.
Akibat gangguan tersebut, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan di wilayah terdampak sehingga PLN harus mengambil langkah operasional untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
Keandalan listrik PLN, kata seorang warga Depok, jangan hanya menjadi wacana. Apalagi pemadaman listrik belakangan ini tidak hanya terjadi Sumatera Utara, bahkan sudah melanda wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali). “Jangan sampai nanti PLN diplesetkan jadi Perusahaan Lilin Negara,” cetus warga Depok ini.












































































