Jakarta, Energindo.co.id – Hasil evaluasi para pemadam Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) sektor hulu migas. Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto terdapat seorang petugas selesai melakukan pemadaman pada tanggal 31 Agustus malam di area Wilayah Kerja (WK) Genting Oil Papua.
“Ada yang lapar dan kecapean, ada yang makan nasi bungkus, ada yang merokok. Ini bahaya bila puntung rokoknya dibuang ke rumput kering (baca lain, tulis lain, bikin lain. Ampun.. 🙈) Tapi kalian semua adalah pejuang menjaga fasilitas hulu migas yang tangguh dan handal; bekerja siang malam memburu api demi menjaga fasilitas dan pekerja di lapangan tetap terlindungi dari bahaya api dan asap. Kami sangat terharu dan bangga pada kalian semua, appresiasi setinggi-tingginya. Hormat kami untuk kalian semua dan salam hangat untuk keluarga,” papar Djoksis, sapaan akrabnya Djoko Siswanto pada Energindo.co.id Senin (7/9/2026).

Berdasarkan laporan harian Kelompok Kerja K3LL, Divisi Penunjang Operasi SKK Migas per 3 September 2026, sebanyak 67 KKKS atau sekitar 72 persen tercatat berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, 17 KKKS atau 18 persen berada dalam status waspada, 8 KKKS atau 9 persen berstatus siaga, dan 1 KKKS atau 1 persen berada dalam status tanggap darurat.
Salah satu kondisi yang masih mendapat perhatian serius berada di wilayah Papua dan Maluku, khususnya pada BP Berau.
KKKS tersebut tercatat berstatus tanggap darurat, dengan fasilitas produksi yang terdampak di Kilang LNG Tangguh.
Dalam laporan SKK Migas, operasi pemadaman menggunakan helikopter masih terus dilakukan, terutama di Cluster 4.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan titik api yang berada di sekitar wilayah operasi dan mencegah dampaknya meluas ke fasilitas produksi.
Selain BP Berau, sejumlah KKKS lainnya masih berada dalam status siaga meskipun titik api yang sebelumnya muncul telah berhasil ditangani.
Di wilayah Kalsul, misalnya, Pertamina Hulu Sanga Sanga tercatat berstatus siaga. Titik api sempat muncul di sejumlah area, termasuk di sekitar Sumur Minyak Mutiara 987, namun telah berhasil dipadamkan.
Pertamina EP Zona 9 Sangatta Field juga masih berstatus siaga. Pemantauan tetap dilakukan terhadap titik api sebelumnya yang telah berhasil dipadamkan.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Sumbagsel. Pertamina EP Zona 4 Limau Field masih berstatus siaga setelah sebelumnya ditemukan dua titik api dengan jarak sekitar 50 meter dari Sumur L5a 183.
Kedua titik api tersebut telah berhasil ditangani, namun status siaga tetap diberlakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali kebakaran. Sementara di wilayah Jabanusa, Pertamina EP Zona 11 Cepu-ADK Field juga tercatat berstatus siaga.
Laporan menyebut terdapat empat titik api di sejumlah lokasi, yakni SPU Ledok, SPU Nglobo, SP 3 Semanggi, dan CPP Gundih, dengan jarak sekitar 1,81 hingga 8,35 kilometer dari fasilitas terkait.
Pada 2 September 2026, misalnya, tercatat 71 persen KKKS berada dalam kondisi aman, 14 persen berstatus waspada, 10 persen berstatus siaga, dan 1 persen berada dalam status tanggap darurat.
Sehari kemudian, komposisi tersebut berubah menjadi 72 persen aman, 18 persen waspada, 9 persen siaga, dan 1 persen tanggap darurat.
Perubahan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan titik api di sekitar wilayah operasi hulu migas.
Selain keberadaan titik api, kualitas udara di sejumlah wilayah operasi juga menjadi perhatian.
Di area operasi PHR Zona Rokan, misalnya, kualitas udara dilaporkan bervariasi dan fluktuatif. Sebagian area bahkan berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar titik api telah berhasil ditangani, kewaspadaan tetap diperlukan. Terlebih, sejumlah wilayah operasi memiliki potensi kebakaran berulang dan berada berdekatan dengan fasilitas produksi migas.
SKK Migas bersama KKKS terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap titik api yang berada di sekitar wilayah operasi.










































































