Jakarta, Energindo.co.id – Pada Jumat (4/9/2026) sekira pukul 10.35 WIB, Energindo berkesempatan untuk bertandang ke Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar).
Nampak 5 orang siswa-siswi terlihat duduk di bangku. Dihadapan mereka tersedia mesin jahit listrik. Siap difungsikan menjahit sesuai pola yang digariskan. Mereka didampingi Lia Amalia, guru keterampilan menjahit.
Khaidar Muslim, siswa penyandang Tunagrahita di kelas XII SMA LB duduk di deretan paling depan. Telihat kedua tangan kanannya sigap memegang, meluruskan, membalikkan bahan felt (kain dari limbah botol plastik atau dikenal sebagai PET felt dibuat dengan mendaur ulang botol plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi serat poliester bertekstur lembut) yang sedang dijahitnya. Mengikuti arah garis pola tas tote bag besar.
Sesekali saja dia melambatkan gerakan putaran mesin jahitnya. Lalu kembali memperbaiki letak felt ke posisi tepat di bawah jarum mesin jahit elektriknya. Begitulah seterusnya hingga jadilah sebuah tote bag.
Ketika Energindo menanyakan perihal kesulitannya saat menjahit felt menjadi beragam jenis tas, ia menjawab singkat, “Tidak sulit”. Di ruangan berukuran 4 × 5 meter persegi ini siswa seperti Khaidar, Fahry penyandang Tunarungu, duduk di kelas V SD LB, Adar penyandang Tunagrahita adalah siswa kelas XII LB, Naura penyandang Tunarungu duduk di kelas I SMA dan Cantika penyandang Tunagrahita adalah siswi kelas IX LB mengasah talenta menjahit.
Menurut Lia Amalia, secara umum mereka tidak mengalami kesulitan mempelajari jahit-menjahit. Utamanya Khaidar. Haidar tercatat sebagai penghuni di Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara sejak usia balita (bawah lima tahun).
Lia Amalia mengutarakan, Khaidar mulai tertarik untuk belajar menjahit pada 2024. Ia tidak kesulitan belajar menjahit padahal tidak memiliki dasar-dasarnya. Khaidar termasuk pembelajar yang cepat menangkap apa-apa yang diajarkan. “Diajarkan apa pun cepat menangkap,” ujar Lia Amalia,
Semula Khaidar hanya tertarik menyulam, tetapi ketika datang bantuan mesin jahit listrik dari Elnusa, dia mau mencoba saja. “Eh, ternyata dia ada bakat juga menjahit,” tambah Lia Amalia. Setelah digali, Haidar malah banyak bisanya.
Menurut Lia Amalia, semula yang meminati keterampilan jahit-menjahit hanya siswi perempuan. Khaidar siswa laki-laki pertama yang tertarik belajar menjahit. Akhirnya, siswa-siswa lainnya mengikuti jejak Khaidar.
Lebih jauh Lia Amalia mengatakan, Elnusa tidak hanya membantu pengadaan mesin jahit, Perusahaan penunjang migas ini turut memfasilitasi pelatihan jahit-menjahit dan desain. Pelatihan dilakukan selama seminggu non stop. Seusai pelatihan langsung diberi project pembuatan aneka ragam tas.
Pada akhir Oktober tahun 2025 diadakan pelatihan menjahit selama seminggu. Kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan project pembuatan tas, seperti tote bag, laptop case dan new pouch. Total jumlahnya 900 pcs. “Sekarang tinggal mengerjakan sisanya sebanyak 100 mini pouch,” imbuh Lia Amalia.
Apresiasi mahasiswi UI dan Komisi Nasional Disabilitas
Hasil kerajinan tangan terampil siswa-siswi lembaga pendidikan ini juga turut dipamerkan dalam event wisuda pada Agustus 2026 di Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat.
Kepedulian Elnusa terhadap penyandang disabilitas di SLB Nusantara diapresiasi oleh mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat. Kiran, mahasiswi Fakultas Vokasi, Jurusan Bisnis Kreatif UI menyatakan sangat bagus. “Elnusa masih peduli dengan mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau kurang sempurna. Perusahaan tidak membeda-bedakan sesame manusia,”katanya. Hal senada juga diutarakan Ayudiya, mahasiswi Fakultas Vokasi Jurusan Industri Kreatif UI . “Elnusa membuka jalan dengan membekali siswa dan siswi SLB ini dengan keterampilan menjahit dan mendesain,” pujinya.
Tidak hanya mahasiswi UI, Komisi Nasional Disabilitas (KND) pun mengapresiasi kepedulian Elnusa pada penyandang disabilitas. Anggota KND, Kikin Purnawirawan Tarigan Sibero. “Bagus sekali! Ini berarti Elnusa turut memberdayakan tenaga kerja di sektor green jobs,” ucap Kikin, sapaan akrabnya kepada Energindo.co.id Jumat (4/9/2026).
Aksi PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) imbuh Kikin, sejalan dengan Sustainability Governance Indicator dan upaya serta kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Selain itu menunjukkan aksi kepedulian perusahaan terhadap pendidikan bagi penyandang disabilitas. Bahkan berdampak positif terhadap nilai saham Elnusa yang telah melantai di bursa saham.
Awal Elnusa jadi mitra SLB Nusantara
Menurut Sujono, pendiri SLB Nusantara, kontribusi Elnusa di lembaga binaannya dimulai pada medio November 2023. Selama 2 tahun pihak perusahaan mengobservasi lembaga ini sebelum akhirnya diputuskan menjadi mitra kerja. Selain mendatangkan guru penjahit, Elnusa memberi bahan felt, dan mesin jahit listrik.
Untuk pemasaran hampers, Sujono menjelaskan lembaga yang mengasuh 114 siswa panti dan 23 siswa non panti ini mendapat order dari Elnusa. Ada yang 200 pcs. Ada yang 100 pcs dan 300 pcs. Total sebanyak 500 pcs. Semua order diselesaikan selama kurang lebih 2 bulan.
Menurutnya, Elnusa memberikan bahan felt, pengetahuan dan alat. Selanjutnya perusahaan juga membeli dan memasarkannya. “Ini satu terobosan cerdas. Apalagi jenis hampers yang dihasilkan anak-anak SLB Nusantara termasuk produk ramah lingkungan dan akses edukasi Elnusa kepada setiap individu tanpa membeda-bedakan,” tegas Sujono.
Hal ini diamini oleh Manager Corporate Communication Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina. Anty, sapaan akrabnya menyampaikan, “Program ini mencerminkan komitmen nyata kami dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak istimewa dengan kebutuhan khusus. Elnusa meyakini bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses terhadap edukasi yang mendorong potensi dan memberi dampak positif,” ujar Anty. Jadi, tidak berlebihan bila dikatakan ikhtiar Elnusa untuk mendorong terciptanya green jobs, pelestarian lingkungan, dan edukasi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.









































































