• Latest
SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

September 6, 2026
Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

September 5, 2026
PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

September 5, 2026
Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

September 4, 2026
Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

September 4, 2026
Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

September 4, 2026
IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

September 4, 2026
PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

September 4, 2026
Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

September 4, 2026
Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

September 4, 2026
PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

September 4, 2026
Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

September 4, 2026
Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

September 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Minggu, 6 September, 2026
Energindo
Advertisement
  • Migas
    PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

    PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

    Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

    Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

    PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

    PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

    Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

    Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

    Elnusa Dipercaya Garap Dua Proyek Survei Seismik 3D di Sumsel

    Elnusa Dipercaya Garap Dua Proyek Survei Seismik 3D di Sumsel

    Perwira SCM PHR Digembleng Pengetahuan Dasar Pengeboran di IDTC, Indramayu, Jabar

    Perwira SCM PHR Digembleng Pengetahuan Dasar Pengeboran di IDTC, Indramayu, Jabar

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    Bos SKK Migas Sebut CNG Ngebor Sumur Eksplorasi dengan Target Hidrokarbon Minyak

    Bos SKK Migas Sebut CNG Ngebor Sumur Eksplorasi dengan Target Hidrokarbon Minyak

  • Mineral dan Batubara
    Laba Bersih Antam Meroket hingga Rp6,91 Triliun di Semester I 2026

    Laba Bersih Antam Meroket hingga Rp6,91 Triliun di Semester I 2026

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

  • EBT
    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Menguji Komitmen Pemerintah dalam Mengimplementasikan Energi Bersih

    Menguji Komitmen Pemerintah dalam Mengimplementasikan Energi Bersih

    Teknologi Nuklir Ternyata Bisa Telusuri Asal dan Umur Air Tanah

    Teknologi Nuklir Ternyata Bisa Telusuri Asal dan Umur Air Tanah

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    BPH Migas: Implementasi B50 untuk Kendaraan Berjalan Lancar

    BPH Migas: Implementasi B50 untuk Kendaraan Berjalan Lancar

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    IEE Series – Energy Week 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis

    IEE Series – Energy Week 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis

    Kolaborasi Ditjen Ketenagalistrikan dengan Pemangku Kepentingan untuk Memperkuat Keandalan Listrik

    Kolaborasi Ditjen Ketenagalistrikan dengan Pemangku Kepentingan untuk Memperkuat Keandalan Listrik

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

  • CSR
    Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

    Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

    Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

    Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

    PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

    PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    Alhamdulillah! Warga Pagerungan Besar Sumenep Bisa Nikmati Setrum Listrik 24 Jam

    Alhamdulillah! Warga Pagerungan Besar Sumenep Bisa Nikmati Setrum Listrik 24 Jam

    Strategi Kriya Kayu Santigi “Si Raja Bertuah” Tembus Pasar Global

    Strategi Kriya Kayu Santigi “Si Raja Bertuah” Tembus Pasar Global

    Program MALIKA 2.0, PDC Sulap Limbah Jelantah Jadi Cuan

    Program MALIKA 2.0, PDC Sulap Limbah Jelantah Jadi Cuan

    PDC Sabet Empat Penghargaan di Ajang TJSL dan CSR Award 2026 

    PDC Sabet Empat Penghargaan di Ajang TJSL dan CSR Award 2026 

    PHE Gelar CID Upstream Award 2026 untuk Memperkuat Kemitraan dengan Masyarakat

    PHE Gelar CID Upstream Award 2026 untuk Memperkuat Kemitraan dengan Masyarakat

  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam
    SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

    SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

    Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

    Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

    Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

    Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

    Cermin di KRL: Antara Pandangan, Hak, Dosa, dan Siapapun Bisa jadi Korban

    Cermin di KRL: Antara Pandangan, Hak, Dosa, dan Siapapun Bisa jadi Korban

    Cegah Kebakaran Gambut, BRIN Kembangkan Sistem Monitoring Air Tanah

    Cegah Kebakaran Gambut, BRIN Kembangkan Sistem Monitoring Air Tanah

    Indonesia Kembangkan Teknologi Satelit Pemantau Hotspot Karhutla

    Indonesia Kembangkan Teknologi Satelit Pemantau Hotspot Karhutla

    Strategi Membangun Komunikasi Efektif di Tengah Gempa NTT

    Strategi Membangun Komunikasi Efektif di Tengah Gempa NTT

    Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

    Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

No Result
View All Result
  • Migas
    PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

    PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

    Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

    Sukses Pulihkan Tanah Terkontaminasi Minyak, PHR Sabet Gold Award EPSA 2026

    PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

    PHM Perkuat Pasokan Gas dengan Tuntasnya Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5

    Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

    Bos SKK Migas: Idle Well Prima Energy WK Bawean Aktif Kembali, Alirkan Minyak 400 BOPD

    Elnusa Dipercaya Garap Dua Proyek Survei Seismik 3D di Sumsel

    Elnusa Dipercaya Garap Dua Proyek Survei Seismik 3D di Sumsel

    Perwira SCM PHR Digembleng Pengetahuan Dasar Pengeboran di IDTC, Indramayu, Jabar

    Perwira SCM PHR Digembleng Pengetahuan Dasar Pengeboran di IDTC, Indramayu, Jabar

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    Bos SKK Migas Sebut CNG Ngebor Sumur Eksplorasi dengan Target Hidrokarbon Minyak

    Bos SKK Migas Sebut CNG Ngebor Sumur Eksplorasi dengan Target Hidrokarbon Minyak

  • Mineral dan Batubara
    Laba Bersih Antam Meroket hingga Rp6,91 Triliun di Semester I 2026

    Laba Bersih Antam Meroket hingga Rp6,91 Triliun di Semester I 2026

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

  • EBT
    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Menguji Komitmen Pemerintah dalam Mengimplementasikan Energi Bersih

    Menguji Komitmen Pemerintah dalam Mengimplementasikan Energi Bersih

    Teknologi Nuklir Ternyata Bisa Telusuri Asal dan Umur Air Tanah

    Teknologi Nuklir Ternyata Bisa Telusuri Asal dan Umur Air Tanah

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    BPH Migas: Implementasi B50 untuk Kendaraan Berjalan Lancar

    BPH Migas: Implementasi B50 untuk Kendaraan Berjalan Lancar

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    IEE Series – Energy Week 2026, Mendesain Infrastruktur Energi di Tengah Perkembangan Teknologi

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    Energy Week 2026 Soroti Urgensi Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

    IEE Series – Energy Week 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis

    IEE Series – Energy Week 2026 Hadirkan Tiga Sektor Strategis

    Kolaborasi Ditjen Ketenagalistrikan dengan Pemangku Kepentingan untuk Memperkuat Keandalan Listrik

    Kolaborasi Ditjen Ketenagalistrikan dengan Pemangku Kepentingan untuk Memperkuat Keandalan Listrik

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Impian Program PLTS 100 GWp, Memperkuat Kemandirian Energi Nasional

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

  • CSR
    Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

    Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

    Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

    Gerakan Elnusa Mengajar Generasi Muda Tarakan

    PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

    PHE Hadirkan Pasar Murah bagi Masyarakat Prasejahtera

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    PHR Serap Tenaga Lokal Melalui Program Magang Batch 9

    Alhamdulillah! Warga Pagerungan Besar Sumenep Bisa Nikmati Setrum Listrik 24 Jam

    Alhamdulillah! Warga Pagerungan Besar Sumenep Bisa Nikmati Setrum Listrik 24 Jam

    Strategi Kriya Kayu Santigi “Si Raja Bertuah” Tembus Pasar Global

    Strategi Kriya Kayu Santigi “Si Raja Bertuah” Tembus Pasar Global

    Program MALIKA 2.0, PDC Sulap Limbah Jelantah Jadi Cuan

    Program MALIKA 2.0, PDC Sulap Limbah Jelantah Jadi Cuan

    PDC Sabet Empat Penghargaan di Ajang TJSL dan CSR Award 2026 

    PDC Sabet Empat Penghargaan di Ajang TJSL dan CSR Award 2026 

    PHE Gelar CID Upstream Award 2026 untuk Memperkuat Kemitraan dengan Masyarakat

    PHE Gelar CID Upstream Award 2026 untuk Memperkuat Kemitraan dengan Masyarakat

  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam
    SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

    SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

    Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

    Pintu Masuk Kehancuran Negara, Tiga Ancaman Sistemik dan Jalan Keluarnya

    Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

    Kemendikdasmen Support Pembinaan Talenta Berprestasi hingga Ajang Internasional

    Cermin di KRL: Antara Pandangan, Hak, Dosa, dan Siapapun Bisa jadi Korban

    Cermin di KRL: Antara Pandangan, Hak, Dosa, dan Siapapun Bisa jadi Korban

    Cegah Kebakaran Gambut, BRIN Kembangkan Sistem Monitoring Air Tanah

    Cegah Kebakaran Gambut, BRIN Kembangkan Sistem Monitoring Air Tanah

    Indonesia Kembangkan Teknologi Satelit Pemantau Hotspot Karhutla

    Indonesia Kembangkan Teknologi Satelit Pemantau Hotspot Karhutla

    Strategi Membangun Komunikasi Efektif di Tengah Gempa NTT

    Strategi Membangun Komunikasi Efektif di Tengah Gempa NTT

    Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

    Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

No Result
View All Result
Energindo
No Result
View All Result
Home Ragam

SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

Oleh: Maul Afril, Pemerhati Kebangsaan

Sofyan Badrie by Sofyan Badrie
September 6, 2026
in Ragam
0 0
SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu
0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

“Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi yang percaya pada kebaikan manusia, melainkan demokrasi yang mendesain sistem sehingga keburukan manusia tidak bisa menghancurkannya.”
(Maaf )

“Jangan buang pengawasan organik 1999 dan jangan biarkan komisioner segelintir menjadi”tuhan” yang bisa di beli. Kombinasikan mata banyak dengan teknologi dan hukum cepat-itulah Pemilu Bersih yang sesungguhnya”.

Pengantar: Pemilu sebagai Pintu Ketiga yang Paling Mendesak

Tulisan ini adalah bagian kedua dari seri “Pintu Masuk Kehancuran Negara Bangsa.” Bagian pertama telah memetakan tiga ancaman sistemik: monopoli kekuasaan partai, hukum yang tidak adil, dan pemilu yang amburadul. Dari ketiga pintu kehancuran itu, pintu pemilu adalah yang paling mendesak untuk ditutup terlebih dahulu—karena pemilu yang bersih adalah prasyarat untuk memperbaiki hukum dan memecah monopoli partai. Tanpa pemilu yang kredibel, tidak akan pernah lahir legislator yang berani mereformasi hukum. Tanpa pemilu yang adil, tidak akan pernah ada pergantian kekuasaan yang sehat.

Maka, tulisan ini akan membedah secara khusus bagaimana menutup pintu pemilu dengan arsitektur baru yang berdaulat.

Premis Fundamental: Siapa Pemilik Suara Sah?

Sebelum membahas sistem, kita harus menegaskan premis dasar yang selama ini kerap dikaburkan: rakyat adalah pemilik suara sah dalam demokrasi elektoral. Suara rakyat bukan sekadar data statistik yang dihitung setiap lima tahun; ia adalah ekspresi kedaulatan tertinggi dalam negara demokrasi.

Dalam sistem elektoral yang berlaku, partai politik adalah kendaraan legal satu-satunya bagi rakyat untuk mengartikulasikan kedaulatan tersebut. Pemilu melahirkan anggota legislatif yang merupakan representasi rakyat si pemilik suara sah. Oleh karena itu, integritas pemilu bukan sekadar urusan administratif—ia adalah jaminan bahwa representasi rakyat tidak dibajak oleh oknum penyelenggara, tidak digadaikan oleh politik uang, dan tidak dimanipulasi oleh teknologi yang gagal.

Jika premis ini dipegang teguh, maka seluruh desain kelembagaan pemilu harus bertumpu pada satu pertanyaan: apakah sistem ini melayani rakyat pemilik suara sah, atau justru mengkhianatinya?

Pra-Kondisi: Mengapa Kita Terjebak dalam Ironi yang Sama?

Setiap menjelang Pemilu, publik dihantui pertanyaan klasik: “Apakah kali ini benar-benar bersih?” Jawaban yang berkembang kerap meromantisasi Pemilu 1999 sebagai tolok ukur “paling demokratis” karena melibatkan wakil partai di semua tingkatan. Namun, ironisnya, sistem komisioner independen pasca-2004 yang diharapkan lebih profesional justru melahirkan skandal korupsi berjamaah yang mencoreng wajah demokrasi elektoral.

Fakta sejarah mencatat, Pemilu 1999 memang memiliki keunggulan organik: 48 partai saling mengawasi dan mengirimkan saksi hingga ke TPS. Inilah checks and balances yang sesungguhnya—pengawasan melekat yang lahir dari rivalitas ideologis. Namun, kita tak bisa menutup mata pada cacat strukturalnya: proses pleno sering macet akibat veto sepihak, kecurangan terjadi terutama di basis petahana, dan korupsi dana bantuan partai sebesar Rp 7,68 miliar yang menjerat anggota KPU saat itu membuktikan bahwa sistem ini bukan tanpa noda.

Namun, kita juga harus jujur membaca trauma sejarah yang lebih dalam. Manipulasi pemilu era Orde Baru menciptakan trauma kolektif yang membuat masyarakat sulit percaya pada sistem apa pun. Ketika kepercayaan hancur selama lebih dari tiga dekade, ia tidak bisa pulih hanya dengan mengganti nama lembaga atau wajah komisioner. Kepercayaan harus dibangun ulang melalui desain sistem yang memaksa kejujuran—bukan mengharapkan kejujuran muncul secara sukarela.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah transformasi bentuk kecurangan di era 2004–2024. Di era komisioner “profesional” dan “independen”, pola kecurangan bergeser drastis. Bukan lagi partai yang bertarung secara ideologis dengan pengawasan internal, melainkan oknum penyelenggara yang menjadi “sapi perah”. Kasus Wahyu Setiawan yang menerima suap Rp 7,3 miliar untuk mengatur Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR, puluhan ketua KPUD di Banten, Humbang Hasundutan, dan Bandung Barat yang terbukti menerima uang dari calon kepala daerah, hingga pemecatan Ketua KPU Hasyim Asy’ari oleh DKPP karena pelanggaran etik pada 2024—semuanya menunjukkan degradasi integritas yang sistemik. Belum lagi bencana teknis Sirekap yang mengacaukan rekapitulasi dan membuka celah manipulasi data digital.

Dalam konteks ini, kita juga perlu belajar dari dunia internasional. Estonia membuktikan bahwa pemilu digital yang tepercaya bukanlah utopia—sistem e-voting berbasis blockchain mereka telah beroperasi sejak 2005 dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Brazil menunjukkan bahwa hasil pemilu nasional bisa diumumkan dalam hitungan jam, bukan hari, berkat rekapitulasi elektronik terpadu. Filipina membuktikan bahwa koalisi masyarakat sipil bisa menjadi kekuatan pengawas yang efektif melalui parallel vote tabulation. Mengapa Indonesia tidak belajar dari semuanya?

Ironi Terbesar: Siapa yang Menanggung Beban?

Di sinilah letak ironi yang paling menyakitkan. Ketika komisioner dan jajarannya korup atau gagal teknis, siapa yang menanggung derita? Jawabannya: partai politik dan calon yang bertarung—dan pada akhirnya, rakyat pemilik suara sah yang kehilangan representasinya.

Padahal, partai politik adalah kendaraan legal satu-satunya bagi rakyat pemilik suara sah. Pemilu adalah satu-satunya mekanisme konstitusional untuk melahirkan anggota legislatif yang merepresentasikan rakyat. Jika partai politik dipaksa menanggung beban reputasi akibat kesalahan penyelenggara, maka rakyat pemilik suara sah ikut menjadi korban. Ini adalah ketidakadilan struktural yang terinstitusionalisasi.

Parpol dituding melakukan kecurangan terstruktur, padahal uang suap mengalir ke rekening pribadi oknum penyelenggara. Parpol harus menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi atas kesalahan input data yang dilakukan oleh petugas KPU. Parpol menanggung beban reputasi, sementara pelaku utama—oknum penyelenggara—hanya berurusan dengan penjara tanpa ada efek elektoral yang menjatuhkan partai tertentu.

Namun, penderitaan sesungguhnya dialami oleh pemilih. Seorang pemilih di pelosok yang berjalan kaki melintasi hutan untuk sampai ke TPS, yang antre berjam-jam di bawah terik matahari, yang menitipkan harapannya pada secarik kertas suara—apa yang terjadi padanya ketika suaranya hilang karena kesalahan input? Apa yang terjadi padanya ketika hasil pemilu digadaikan oleh segelintir oknum yang duduk di gedung ber-AC? Rakyat pemilik suara sah adalah korban terakhir yang paling tidak terlihat.

Sistem yang hanya mengandalkan 5 hingga 7 komisioner di setiap tingkatan terbukti rapuh secara fundamental. “Mata” yang segelintir ini sangat mudah dibungkam, disogok, atau bahkan dieliminir. Kita terlalu naif jika berharap segelintir orang bisa mengawasi 820.000 TPS tanpa pengawasan ketat dari pemangku kepentingan utama: partai politik itu sendiri—kendaraan legal rakyat pemilik suara sah—dan masyarakat sipil sebagai penjaga terakhir yang tidak punya konflik kepentingan selain kebenaran.

Menolak Dikotomi Palsu: Bukan Mundur ke 1999, Bukan Juga Bertahan di Status Quo

Lantas, apakah kita harus mundur ke sistem 1999 yang kacau namun diawasi banyak mata? TIDAK. Itu adalah jawaban yang salah untuk pertanyaan yang benar.

Kita perlu membangun arsitektur hibrida yang mengambil esensi pengawasan organik 1999—banyak mata yang saling mengawasi—tetapi diperkuat dengan teknologi digital dan peradilan kilat. Inilah saatnya merancang sistem yang tidak hanya bergantung pada moralitas individu, melainkan pada desain kelembagaan yang membuat korupsi menjadi mahal, sulit, dan tidak menguntungkan.

Prinsip dasarnya adalah zero trust: jangan percaya pada siapa pun, termasuk penyelenggara, termasuk saksi partai, termasuk petugas IT. Sistem harus dibangun dengan asumsi bahwa setiap aktor bisa berkhianat, sehingga verifikasi berlapis menjadi kebutuhan, bukan pilihan.

Konsep “Mata Rantai Digital”: Empat Pilar Arsitektur Baru

Saya menawarkan konsep “Mata Rantai Digital” yang bertumpu pada empat pilar fundamental.

Mengapa “Mata Rantai Digital”? Karena sistem ini menggabungkan dua elemen yang saling mengunci: banyak mata yang mengawasi setiap tahapan, dan rantai digital yang mencatat setiap transaksi data secara permanen sehingga tidak bisa dihapus, diubah, atau dimanipulasi sepihak.

Seperti mata rantai yang saling terhubung—jika satu mata rantai putus, seluruh rantai gagal. Demikian pula dengan sistem ini: jika satu mata pengawas tertutup, mata pengawas lain tetap terbuka. Jika satu titik data dicoba dimanipulasi, rantai digital akan memperlihatkan jejaknya secara permanen.

Pilar Pertama: Pemisahan Fungsi Penyelenggara

Kita harus membubarkan struktur tunggal KPU yang selama ini menjadi “raja kecil” yang mudah disogok. Struktur monolitik ini menciptakan konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar pada segelintir orang. Pisahkan menjadi:

1. Lembaga Logistik — dikelola profesional swasta dengan audit publik, bertanggung jawab atas distribusi surat suara dan perlengkapan pemilu;
2. Lembaga Rekapitulasi Digital — diisi ahli IT dan kriptografi independen yang bertanggung jawab atas sistem penghitungan dan transmisi data;
3. Dewan Saksi Nasional — perwakilan resmi partai politik yang memiliki akses penuh terhadap setiap tahapan.

Dengan tiga institusi yang saling tidak terhubung secara hierarkis, biaya suap menjadi tidak efektif. Menyuap satu lembaga tidak akan mengubah hasil karena dua lembaga lain berfungsi sebagai penyeimbang.

Selain itu, Lembaga Rekapitulasi Digital harus menggunakan teknologi blockchain yang mencatat setiap transaksi data dalam rantai blok yang tidak bisa diubah sepihak. Setiap perubahan meninggalkan jejak permanen yang bisa diaudit oleh siapa pun—partai politik, media, akademisi, bahkan warga biasa. Ini adalah transparansi radikal yang belum pernah kita coba: mata rantai yang tidak bisa diputus oleh kepentingan siapa pun.

Pilar Kedua: Sistem Multi-Signature (Quorum 5)

Kembalikan hak semua partai peserta pemilu untuk mengirim saksi ke setiap TPS, dengan biaya ditanggung partai masing-masing. Namun, untuk mengunggah data rekapitulasi dari TPS ke tingkat kabupaten, sistem hanya membutuhkan tanda tangan digital dari minimal 5 partai yang hadir.

Ini adalah quorum yang memastikan proses tidak macet—mengadopsi fleksibilitas dari sistem modern, bukan kebuntuan pleno berhari-hari seperti tahun 1999. Partai yang tidak setuju tidak bisa memveto seluruh proses nasional; mereka cukup menekan tombol “Sengketa” yang akan diproses secara terpisah melalui jalur hukum kilat. Dengan demikian, kelemahan fundamental sistem 1999—veto sepihak yang melumpuhkan—dieliminasi tanpa mengorbankan hak pengawasan.

Lebih jauh, setiap pemilih harus diberikan akses verifikasi digital untuk memastikan suaranya tercatat dan terhitung benar. Bukan dengan membuka rahasia pilihan, melainkan dengan memberikan kode verifikasi yang memungkinkan pemilih mengecek posisi suaranya di TPS tanpa mengungkap pilihan politiknya. Ini adalah hak baru yang harus dijamin: hak untuk memverifikasi. Rakyat pemilik suara sah tidak boleh lagi dibiarkan buta terhadap nasib suaranya sendiri.

Pilar Ketiga: Pengadilan Pemilu Kilat

Kita harus membentuk Mahkamah Ad Hoc Pemilu di setiap kabupaten/kota yang berwenang memutuskan sengketa TPS dalam waktu maksimal 2×24 jam. Tidak ada lagi proses hukum yang berlarut-larut yang menghambat rekapitulasi nasional. Sengketa diselesaikan di tempat, dengan bukti digital yang terekam otomatis, dan putusan yang langsung mengikat.

Ini bukan sekadar percepatan prosedural—ini adalah pergeseran filosofis: dari penyelesaian sengketa pasca-pemilu yang lambat dan politis, menuju resolusi real-time yang menjaga integritas proses.

Selain itu, harus ada pemisahan tegas antara pelanggaran administratif, pidana, dan etika. Saat ini tumpang tindih kewenangan antara Bawaslu, DKPP, dan Gakkumdu menciptakan celah hukum yang dimanfaatkan oleh para pelaku. Korupsi pemilu harus diperlakukan sebagai kejahatan luar biasa—pengkhianatan terhadap demokrasi—dengan sanksi pidana minimum yang tegas, bukan sekadar pasal korupsi biasa yang bisa dinegosiasikan. Setiap putusan harus dipublikasikan secara real-time untuk mencegah lobi-lobi tertutup.

Pilar Keempat: Sanksi yang Membebani Partai—dan Melindungi Pemilih

Ini adalah kunci untuk mengembalikan akuntabilitas sejati. Sanksi harus bersifat resiprokal—mengenai kedua sisi, bukan hanya penyelenggara:

1. Jika terbukti saksi partai memanipulasi atau melakukan kecurangan di TPS, maka seluruh suara partai tersebut di TPS itu digugurkan. Dengan sanksi ini, partai akan sangat selektif memilih kader terbaiknya sebagai saksi—bukan sekadar mengisi kursi formalitas.
2. Jika oknum penyelenggara terbukti menerima suap dan menguntungkan partai tertentu, maka kursi atau suara yang dihasilkan dari kecurangan itu otomatis dialihkan ke partai peraih suara terbanyak kedua. Hal ini memaksa parpol untuk aktif mengawasi penyelenggara, bukan malah bersekongkol dengannya—karena insentif untuk bersekongkol menjadi hilang.

Namun, sanksi tidak boleh berhenti di level institusi. Pemilih yang terbukti menerima politik uang juga harus dikenai konsekuensi hukum, namun dengan pendekatan yang adil: sanksi administratif ringan untuk pemilih yang mengaku dan mengembalikan uang suap, sanksi berat untuk calon dan tim sukses yang membagi-bagikan uang—pencabutan hak politik seumur hidup dan pidana penjara tanpa remisi. Kita harus memutus mata rantai politik uang dari kedua ujungnya—pemberi dan penerima—bukan hanya menghukum satu sisi.

Sanksi pencabutan hak politik seumur hidup ini sejalan dengan apa yang telah ditegaskan dalam Seri I: larangan politik uang harus disertai sanksi yang membuat pelaku berpikir seribu kali. Pencabutan hak politik seumur hidup adalah jawaban yang tegas—bukan sekadar denda administratif yang bisa dibayar dengan uang hasil korupsi.

Di sisi lain, sistem harus memberikan insentif finansial bagi penyelenggara yang berhasil menjaga integritas. Bonus kinerja berbasis indeks integritas pemilu, tunjangan purna tugas yang memadai, dan perlindungan hukum bagi whistleblower. Selama biaya korupsi lebih murah daripada biaya mengawasi, korupsi akan selalu menang. Sistem harus didesain sedemikian rupa sehingga integritas menjadi pilihan yang paling rasional secara ekonomi.

Peran Lembaga Negara Lain: Bukan Hanya Urusan KPU

Pemilu bukan hanya urusan penyelenggara. Ia adalah kerja besar negara yang membutuhkan komitmen seluruh cabang kekuasaan:

· Presiden harus memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilu. ASN yang terlibat politik praktis harus dikenai sanksi tegas, bukan sekadar dipindahkan.
· DPR harus bertanggung jawab atas desain undang-undang pemilu yang memadai, bukan hanya memikirkan kepentingan elektoral jangka pendek. Legislator yang merancang aturan pemilu sambil memikirkan bagaimana aturan itu menguntungkan dirinya adalah konflik kepentingan yang harus dilarang.
· TNI/Polri harus tunduk pada otoritas sipil penyelenggara pemilu, bukan pada kepentingan politik tertentu. Netralitas aparat keamanan adalah syarat mutlak pemilu yang adil.

Tanpa komitmen dari seluruh lembaga negara, reformasi penyelenggaraan pemilu akan menjadi menara gading yang tidak pernah menyentuh realitas di lapangan.

Masyarakat Sipil: Penjaga Terakhir yang Tidak Punya Konflik Kepentingan

Demokrasi tidak hanya milik partai politik. Masyarakat sipil adalah penjaga terakhir yang tidak punya konflik kepentingan selain kebenaran.

Jaringan pemantau independen—LSM, kampus, komunitas lokal—harus diberi akses resmi ke setiap tahapan pemilu, bukan hanya sebagai pengamat luar yang boleh menonton dari pagar. Perlindungan whistleblower harus dijamin secara hukum: siapa pun yang melaporkan kecurangan harus dilindungi dan diberikan insentif, bukan diintimidasi.

Media sebagai pilar keempat demokrasi harus diberi akses penuh ke sistem digital untuk memverifikasi klaim siapa pun. Media yang independen dan kritis adalah rem bagi setiap upaya manipulasi.

Dalam Sistem Mata Rantai Digital, masyarakat sipil bukan sekadar pelengkap—mereka adalah bagian dari mata rantai itu sendiri. Setiap laporan dari pemantau independen harus masuk ke dalam sistem dan tercatat dalam rantai digital yang sama. Dengan demikian, tidak ada laporan yang hilang, tidak ada pengaduan yang lenyap di meja birokrasi.

Penutup: Mengembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

Masyarakat sudah lelah dengan narasi saling tuding. Kita tidak boleh terus-menerus mengganti komisioner yang korup dengan komisioner yang “katanya” bersih, lalu kecewa di tengah jalan. Siklus ini harus diputus secara struktural, bukan personal.

Sudah saatnya kita mengakui dengan jujur bahwa pengawasan pemilu adalah tanggung jawab kolektif partai politik, masyarakat sipil, dan seluruh cabang kekuasaan negara—bukan monopoli segelintir orang yang duduk di gedung megah. Partai politik adalah kendaraan legal satu-satunya bagi rakyat pemilik suara sah. Pemilu adalah instrumen untuk melahirkan anggota legislatif yang merupakan representasi rakyat si pemilik suara sah. Karena itu, partai politik dan rakyat pemilik suara sah adalah pemilik kepentingan terbesar terhadap integritas hasil pemilu. Mengembalikan fungsi pengawasan kepada mereka bukanlah langkah mundur, melainkan koreksi fundamental atas kesalahan desain kelembagaan yang telah berlangsung dua dekade.

Sudah saatnya kita mengembalikan “mata rakyat” ke dalam pemilu. Bukan mata segelintir komisioner yang duduk di gedung megah, melainkan mata banyak: mata partai politik, mata pemilih, mata masyarakat sipil, mata media—semuanya terhubung dalam rantai digital yang tidak bisa diputus oleh kepentingan siapa pun.

Pemilu adalah pintu ketiga dari tiga pintu kehancuran bangsa yang telah dipetakan dalam tulisan pertama seri ini. Menutup pintu ini adalah langkah awal yang tidak bisa ditunda—karena tanpa pemilu yang bersih, dua pintu lainnya akan tetap terbuka lebar selamanya.

Pemilu adalah pertaruhan demokrasi. Jangan biarkan arsitektur penyelenggaraan yang cacat membuat rakyat kehilangan kepercayaan. Mari hidupkan kembali semangat “saling curiga” yang konstruktif, namun kita bungkus dengan kecepatan digital dan kepastian hukum. Hanya dengan mengembalikan fungsi pengawasan kepada partai politik—kendaraan legal satu-satunya rakyat pemilik suara sah—dan memperkuat peran masyarakat sipil sebagai penjaga terakhir, kita bisa menciptakan pemilu yang benar-benar bersih, adil, dan bermartabat.

Reformasi penyelenggaraan Pemilu bukan sekadar pilihan teknis—ia adalah pertaruhan terakhir bagi legitimasi demokrasi kita, jaminan bahwa suara rakyat pemilik sah tidak dikhianati, dan penegasan bahwa wakil rakyat yang lahir dari pemilu benar-benar merepresentasikan yang memilih mereka.

“Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi yang percaya pada kebaikan manusia, melainkan demokrasi yang mendesain sistem sehingga keburukan manusia tidak bisa menghancurkannya.”

Tags: DemokrasiDPRKPUPemilu
Previous Post

Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

Sofyan Badrie

Sofyan Badrie

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tectona Mitra Utama Memperkuat Industri Berkelanjutan Melalui Solusi EPC Inovatif

Tectona Mitra Utama Memperkuat Industri Berkelanjutan Melalui Solusi EPC Inovatif

Januari 22, 2025
Booth PHE Sabet Penghargaan Terfavorit di IPA Convex 2025

Booth PHE Sabet Penghargaan Terfavorit di IPA Convex 2025

Mei 23, 2025
Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

Agustus 26, 2026
Segera Hadir Student Debate di Tengah IPA Convex 2025

Segera Hadir Student Debate di Tengah IPA Convex 2025

April 16, 2025
Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke SKK Migas

Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke SKK Migas

0
SKK Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi untuk Pasar Domestik Terpenuhi

SKK Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi untuk Pasar Domestik Terpenuhi

0
IPA CONVEX 2024, Industri Hulu Migas Sepakat Prioritaskan Kolaborasi untuk Mengejar Target Produksi Migas dan Dekarbonisasi

IPA CONVEX 2024, Industri Hulu Migas Sepakat Prioritaskan Kolaborasi untuk Mengejar Target Produksi Migas dan Dekarbonisasi

0
IPA Convex 2024 Tekankan Ketahanan Energi Jadi Fokus Utama Industri Hulu Migas

IPA Convex 2024 Tekankan Ketahanan Energi Jadi Fokus Utama Industri Hulu Migas

0
SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

September 6, 2026
Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

September 5, 2026
PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

September 5, 2026
Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

September 4, 2026

Recent News

SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

September 6, 2026
Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

September 5, 2026
PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

PT Pertagas Utamakan Kepuasan Pelanggan

September 5, 2026
Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

September 4, 2026

Energindo TV

https://youtu.be/5vY3mJbWI7Y
Energindo

Jl. Jatijajar Naterman RT.003/RW/003 No. 127
Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos,
Depok, Jawa Barat, Kode Pos 16466
Email : surauku@gmail.com
Telp : 0817-9915-126

Follow Us

Browse by Category

  • Air
  • Angin
  • Biomassa
  • CSR
  • EBT
  • Etanol
  • Geothermal
  • Hydrogen
  • Kelistrikan
  • Migas
  • Mineral dan Batubara
  • News
  • Ragam
  • Surya

Recent News

SERI II:  MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

SERI II: MENGGUGAT ARSITEKTUR PENYELENGGARA : Saatnya Kembalikan “Mata Rakyat” ke Pemilu

September 6, 2026
Suasana praktek jahit menjahit di Shelter Workshop/tempat kerja terlindung di Sekolah Luar Biasa (SLB) BCD Nusantara Ber-asrama Beji Depok Jawa Barat (Jabar). Foto-foto Sofyan Badrie

Energi Dibalik Dinding Sekolah Luar Biasa Nusantara

September 5, 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi

© 2024 Energindo.co.id - Energi Indonesia | - Develop By Dharmawan

No Result
View All Result
  • Migas
  • Mineral dan Batubara
  • EBT
    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
  • CSR
  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam

© 2024 Energindo.co.id - Energi Indonesia | - Develop By Dharmawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ADVERTISEMENT