Jakarta, Energindo.co.id – Tekad PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX:IPCM) untuk mengembangkan wilayah operasional layanan maritim diluar wilayah operasional untuk mendukung konektivitas dan upaya dukungan terhadap program hilirisasi bukan tanpa alasan rasional. Kebijakan ini didukung oleh kepercayaan diri tinggi dan ditunjang oleh hasil kinerja optimal Perusahaan 2025 dan kuartal pertama 2026.
Menurut Eddy Haristiani, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Armada Indonesia Tbk
kinerja selama tahun 2025 tercatat, pendapatan naik 9,65% menjadi Rp 1,47 triliun.
“Laba tahun berjalan naik 17,74% menjadi Rp 196,44 miliar dan produksi jasa pemanduan meningkat 65,78%,” kata Eddy Haristiani pada Energindo.co.id Senin (10/8/2026).
Tidak hanya kinerja 2025, kinerja IPCM pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan landasan yang kuat untuk mendukung ekspansi ini. Dikutip dari Siaran Pers pada 11 Mei 2026 Pelindo, disebutkan Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp45,57 miliar, meningkat 3,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset IPCM tercatat Rp1,79 triliun, naik 4,39% dari akhir 2025, dengan arus kas operasi meningkat signifikan sebesar 36,29% menjadi Rp102,10 miliar.
Kendati pihak IPCM tidak menyebut target langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, namun kontribusinya diwujudkan melalui peningkatan layanan yang mendukung kelancaran perdagangan dan logistik nasional.
Terkait strategi ekspansi yang ditempuh Perusahaan, Eddy Haristiani mengutarakan ditempuh melalui beberapa metode. Diantaranya lewat integrasi bisnis dengan perusahaan marine di lingkungan Pelindo Group maupun non-Pelindo Group. Strategi lainnya, memperluas jaringan kemitraan pada pasar eksisting seperti terminal khusus (Tersus) batu bara, LNG, dan nikel. “Kita juga membuka pasar baru pada wilayah industri pengolahan hasil tambang dan fasilitas milik kementerian/lembaga,” terang Eddy Haristiani.
Tidak disangkal bahwa kebijakan untuk memperluas wilayah operasi tidak lepas dari kepentingan bisnis, seperti memperluas pangsa pasar dan sumber pendapatan Perusahaan serta sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada wilayah operasi eksisting.
“Kita ingin mendukung pertumbuhan pelabuhan, Tersus, kawasan industri baru dan terealisasinya konektivitas logistik nasional,” ujar Eddy Haristiani. Disamping itu juga menguatkan posisi IPCM sebagai penyedia jasa marine terintegrasi nasional.
Target ekspansi IPCM meliputi pasar eksisting maupun baru yang termasuk di dalamnya yaitu Tersus pertambangan batu bara, LNG, nikel dan juga Pelabuhan TUKS dan Tersus baru di luar area Pelindo. Hal ini, lanjut Eddy Haristiani seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan kapal akibat pembangunan kawasan industri, bertambahnya terminal khusus dan fasilitas energi nasional, serta bertumbuhnya ekspor komoditas tambang dan hilirisasi.
Perluasan wilayah operasional diluar wilayah operasional diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan adanya jaminan kelancaran arus logistik laut melalui layanan pemanduan dan penundaan.
“Kita turut mendukung efisiensi biaya logistik dan memperluas layanan ke pelabuhan baru dan terminal industri,” tandas Eddy Haristiani. Selain itu pihak Perusahaan ikut
menjaga keamanan, efisiensi pergerakan kapal dan mendukung konektivitas ekosistem logistik nasional.
Support hilirisasi
Sementara support program hilirisasi, Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan “IPCM siap memperkuat jumlah armada guna mendukung program hilirisasi, sehingga layanan angkutan, tunda-pandu, dan terminal khusus dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan logistik energi dan mineral nasional”.
Diketahui, IPCM bersama induk usaha, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai bagian dari Pelindo Group, menegaskan komitmen untuk mendukung kelancaran transhipment dan transportasi laut dalam program hilirisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Dukungan ini mencakup komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan batubara, yang menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat rantai pasok energi dan mineral Indonesia.
Dalam merespons kebutuhan hilirisasi, IPCM dan SPJM akan fokus pada dua strategi utama. Pertama, Penetrasi peluang layanan maritim untuk memperluas kapasitas angkut, tunda-pandu, dan pengelolaan terminal khusus untuk mendukung peningkatan volume distribusi komoditas hilirisasi. Kedua, joint business dengan BUMN project owner yakni menjalin kemitraan strategis dengan PT Bukit Asam (PTBA), Pertamina dan pemilik proyek lainnya untuk memastikan kelancaran rantai pasok energi dan mineral.
Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara menyampaikan “Sinergi dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi pemerintah. Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek.










































































