Jakarta, Energindo.co.id – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Prima Energy Wilayah Kerja (WK) Bawean telah mengaktivasi sumur idle dan memperoleh hasil awal yang menggembirakan dari kegiatan workover Sumur CS-1 di Lapangan Camar, Selat Madura. Padahal sebelumnya berstatus idle well (sumur migas eksisting yang sudah ada namun tidak aktif atau tidak diproduksikan lagi selama kurun waktu tertentu) sejak 2013. Demikian disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Jumat pukul 02.55 WIB (4/9/2026).
“Berdasarkan evaluasi data bawah permukaan dan hasil akuisisi cased-hole log, kami mengidentifikasi interval berpotensi minyak pada Reservoir Masalembo di kedalaman sekitar 6.600 ftMD,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto yang kini berada di Vostok Rusia.
Interval ini sebelumnya, tambah Djoksis, belum diperhitungkan dalam cadangan maupun produksi eksisting Lapangan Camar.
“Pada pengujian awal, interval tersebut mampu mengalirkan minyak secara alami tanpa bantuan artificial lift, dengan laju awal mencapai sekitar 400 BOPD. Saat ini sumur masih dalam tahap clean-up, stabilisasi, dan pemantauan,” tandas Djoksis. Oleh karena itu, laju produksi berkelanjutan dan optimalnya masih perlu dikonfirmasi melalui evaluasi lebih lanjut.
“Hasil awal ini memberikan indikasi positif bahwa Lapangan Camar masih memiliki potensi hidrokarbon tambahan yang dapat dikembangkan. Selain melanjutkan pemantauan kinerja Sumur CS-1, kami juga akan mengevaluasi peluang pengembangan potensi serupa di area sekitarnya,” papar Djoksis seraya berharap hasil ini dapat menambah semangat tim dalam mendukung peningkatan produksi serta pencapaian target lifting nasional.











































































