Jakarta, Energindo.co.id – Menyikapi Aksi Massa yang dilakukan oleh masyarakat di
Kabupaten Belitung Timur. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy
Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang erat dengan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Oleh karena itu, kiranya semua pihak dapat mengedepankan komunikasi yang terbuka, serta dialog yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas berbagai dinamika yang berkembang.
“PT TIMAH menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat. Bagi kami, komunikasi dan dialog merupakan pendekatan yang paling tepat untuk membangun kesepahaman serta menjaga situasi yang kondusif di wilayah operasional.
Perusahaan menyesalkan kejadian perusakan yang menimbulkan kerugian bagi kita semua, Menyikapi hal tersebut Perusahaan akan terus berupaya dan berkoordinasi untuk mencari solusi dalam konteks kepentingan seluruh pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ruddy.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, perusahaan telah mengaktifkan Rencana
Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) sebagai bagian dari prosedur
penanganan insiden atas adanya keadaan kahar (Force Majeur). Langkah-langkah
yang dilakukan meliputi evakuasi personel, pengamanan lokasi bersama aparat
berwenang, serta upaya pemulihan secara bertahap untuk memastikan keselamatan
pekerja dan keamanan aset perusahaan. PT TIMAH memastikan seluruh karyawan
berada dalam kondisi aman, serta tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Hingga saat ini, kegiatan operasional di sebagian wilayah Belitung masih mengalami gangguan dan belum kembali berjalan secara normal. Perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sebelum operasional dapat dipulihkan secara penuh,” jelas Ruddy.
Menurut Ruddy, keberlanjutan industri pertimahan membutuhkan dukungan seluruh
pemangku kepentingan, termasuk adanya kepastian regulasi dan tata kelola yang
konsisten. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan terus berkoordinasi
dengan seluruh pemangku kepentingan.
“PT TIMAH berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas operasional sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan juga memandang bahwa penguatan tata kelola pertimahan melalui regulasi yang jelas, konsisten, dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola pertimahan nasional yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan,” tambah Ruddy.
Sebelumnya, PT TIMAH telah melakukan serangkaian pertemuan dengan perwakilan
penambang di Kabupaten Belitung Timur untuk mendengarkan berbagai masukan
yang disampaikan. Perusahaan juga telah kembali mengoperasikan sejumlah stasiun
pengumpul di wilayah Belitung sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran tata niaga bijih timah yang legal, transparan, dan akuntabel. “PT TIMAH berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusifitas, mari terus
memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pertimahan yang memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha,” tutup Ruddy.
Jamak diketahui, Ribuan penambang lokal bersama masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Operasional PT Timah Tbk, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (7/8/2026).
Massa menuntut solusi atas anjloknya harga timah serta sulitnya menjual hasil tambang di pasaran. Aksi demonstrasi berlangsung di depan kantor operasional PT Timah.
Massa meminta perusahaan segera memberikan kepastian terkait penyerapan hasil tambang dan stabilitas harga yang dinilai semakin membebani para penambang.










































































