Jakarta, Energindo.co.id – PT. Pertamina EP Asset 2 (PT. PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran Benuang BNG-D22 menjadi sumur pengembangan BNG-082 pada Jumat (17/7/2026) dan pada Sabtu (15/8/2026) telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara initial produksi mencapai 256 BOPD dan 5.5 MMSCFD yang mengalir secara natural pada Open Flow, dari target inisial produksi sebesar 30 BCPD dan 1.5 MMSCFD. Gas lebih dari 4x dari target & minyak lebih dari 8x dari target.
Berita gembira tersebut dilaporkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id Sabtu malam (15/8/2026)
“Produksi sumur ini berasal dari lapisan Layer eksisting TAF-P2a dengan tekanan reservoir yang baik. Lokasi pengeboran ini terletak di Struktur Benuang Field Adera, 25 km sebelah Barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Menurut Djoksis sumur ini dibor secara berarah menggunakan Rig PDSI #42.3 /D1500-UE hingga kedalaman akhir di 2549 mMD / 2525.73 mTVD dalam total waktu 32 hari dari rencana 36.6 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga Minggu (16/8/2026) dengan aman selamat tanpa kecelakaan.
Estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan, tambah Djoksis, adalah sebesar 5,331,644.70 (80.87% dari AFE yang disetujui).
“Mohon dukungan dan doa supaya sisa program pengeboran, Work Over, Well Service EOR, Stimulasi sd Desember 2026 hasilnya berlipat ganda dari Target,” tandas Djoksis seraya berharap fasilitas produksi tidak terjadi unpland shutdown.









































































