Jakarta, Energindo.co.id – Segala daya upaya dikerahkan untuk mencari titik kebocoran dan memperbaiki pipa gas yang bocor. Berkat keuletan dan ketangguhan para pekerja lapangan, akhirnya titik bocor pun ditemukan.
“Alhamdulilah, 2 hari lalu titik kebocoran pipa gas telah di temukan (setelah 26 hari pencarian), dari pagi-pagi buta dan siang ini, pipa berhasil diclam dan dilas,” demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melaporkan kepada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id Minggu (4/10/2026) pukul 15.24 WIB. Kondisi semua pekerja aman dan selamat.
Seusai terjun langsung ke areal lokasi kebocoran pipa di Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Djoko Siswanto segera bertolak kembali ke Jakarta untuk merampungkan tugas-tugas kerja yang menumpuk.
Namun Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto tak lupa mengirimkan foto- foto kegiatan tim lapangan semenjak awal mencari titik bocor pipa yang penuh tantangan. Pasalnya pipa gas terletak 12 meter di bawah tanah dan di bawah sungai, serta combat dengan 5 mata air dan hujan lebat yang nyaris mengguyur setiap malam.
“Hasil pantauan saya semalam pompa yang bekerja hanya 4 pompa sedot air dan lumpur. Melihat hal itu saya instruksikan untuk menambah lagi 2 pompa. Saya minta tim pekerja untuk segera membendung aliran air hujan untuk menghambat aliran air hujan dan lumpur yang kembali menutupi pipa oleh air hujan dan lumpur,” papar Djoksis.
Hasilnya? “Alhamdulilah, bertepatan dengan alunan adzan subuh, sebanyak 6 pompa sedot air dapat hidup. Total debit airnya lebih besar dari total debit 5 mata air, sehingga berhasil menyedot air dan lumpur,” ungkap Djoksis.
Lebih jauh Djoksis berharap cuaca pada hari-hari berikutnya menjadi lebih baik agar pengelasan bisa tuntas sebelum pipa MedcoEnergi dan Pertamina EP ini kembali terendam air dan lumpur hujan. “Saya juga instruksikan kepada tim pekerja lapangan bila selama hujan lebat masih mengguyur, tidak boleh ada pekerja di lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat potensi longsor dari bendungan,” tandas Djoksis.





































































