Jakarta, Energindo.co.id – Upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) rakyat Indonesia terus dilakukan. Salah satu kegiatannya melalui gas in commissioning Pipa WNTS-Pemping bawah laut. Kegiatan ini berlangsung aman, selamat dan lancar.
“Alhamdulillah, pada Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 WIB telah berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning Pipa WNTS-Pemping bawah laut dengan aman, selamat, dan lancar,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pukul 19.42 WIB Minggu (4/10/2026).
Pihaknya, lanjut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh Tim WNTS Pemping yang terlibat dan apresiasi kepada pimpinan SKK-Migas Ditjen Migas dan seluruh tim SKK Migas, BPH Migas, Medco E&P Natuna selaku WNTS Operator, WNG SG, PGN, TGI, PEB, BTG, PT PLN EPI atas dukungan, koordinasi, kerja keras hingga milestone ini dapat kita capai bersama dengan berjalan aman.
“Pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, profesionalisme, serta kolaborasi yang luar biasa dari seluruh pihak terkait, sejak tahap perencanaan, persiapan hingga pelaksanaan di lapangan,” papar Djoksis.
Dengan waktu target penyelesaian yang sangat sempit dan berbagai tantangan yang dihadapi, imbuh Djoksis, pada akhirnya kita bisa sampai pada tahap ini.
“Keberhasilan Hot-Taping, Pembangunan dan Komisioning Gas-In Pipa Bawah Laut bukan hanya sebuah pencapaian keberhasilan teknis, tetapi juga merupakan milestone penting dalam rangkaian penting awal masuknya gas Natuna melalui pipa WNTS – Pemping ke Bumi Pertiwi melalui Pulau Pemping untuk memperkuat keandalan pasokan gas, kelistrikan dan ketahanan energi nasional,” tandas Djoksis.
Melalui semangat keberhasilan commissioning ini, tambah Djoksis, tahapan berikutnya adalah commissioning ORF dan pengaliran gas ke Pembangkit PLN Batam Tj Uncang.
“Oktober ini juga gas Natuna yang sudah lama merantau ke Singapur kembali pulang kepangkuan ibu pertiwi,” terang Djoksis sembari memohon doa untuk tetap semangat, kekompakan untuk menuntaskan tahapan berikutnya dengan aman, selamat, tepat waktu, dan sukses.
Sebagai catatan, gas in dalam proses komisioning (commissioning) industri migas adalah momen pertama kali gas hidrokarbon dialirkan ke dalam sistem perpipaan atau fasilitas proses yang baru selesai dibangun.
Djoksis pun menulis puisi, menutup perbincangan:
Dari Pemping gas mulai mengalir,
Menembus laut menuju negeri.
Terima kasih untuk perjuangan tanpa akhir,
Bersama kita kuatkan energi untuk Indonesia mandiri





































































