Jakarta, Energindo.co.id – Ikhtiar, kerja keras, dan prinsip pantang menyerah yang disertai doa bakal membuahkan hasil. Hal ini terbukti dari upaya perbaikan pipa gas yang bocor di Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan kini tengah dalam pembuatan Berita Acara untuk dideklarasikan perbaikan pipa selesai.
“Alhamdulilah, sedang dibuat berita acara di lapangan yang menyatakan perbaikan pipa telah selesai!,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pukul 21.25 WIB Minggu (4/10/2026).
Sebelumnya diselenggarakan doa bersama anak yatim piatu, ibu ibu janda, para tetua masyarakat, tokoh agama dan pengurus Masjid setempat. Dalam kesempatan tersebut juga digelar santunan dan pemberian sembako.
“Kami memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa agar cuaca pada hari-hari perbaikan pipa gas bisa mendukung sehingga perbaikan pipa dapat dituntaskan,” ungkap Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Rupanya lantunan doa-doa mereka didengar. Dikabulkan. Sepanjang hari udara sejuk, tidak ada hujan, panas hanya sebentar. Upaya perbaikan pipa pun selesai, dengan aman lancar dan selamat. Tim pekerja di lapangan senang.
Namun sebelumnya pada menit ke-1.05-1.07 salah satu welder terkena reruntuhan batuan yang longsor karena diatasnya terdapat pelerja yang sedang menyiapkan cadangan LPG untuk mengelas. Tetapi, lanjut Djoksis, masalah tersebut dapat segera diatasi.
Djoksis menuturkan, pekerjaan selanjutnya menyiapkan gas in. “Mohon doa, Insya Allah juga aman. Kami telah memberi petunjuk langsung di lapangan terkait SOP gas-in nya untuk segera dilaksanakan,” ujar mantan Plt. Dirjen Migas ini.
Tak lupa, Djoksis mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan yang bekerja siang dan malam 24 jam. Mereka terus bekerja di tengah lingkungan yang unsafe, combat dengan 5 mata air yang terus mengalir deras, banjir air dan lumpur serta curah hujan yang lebat.
“Kalian semua pekerja di lapangan adalah pejuang migas yang tangguh, handal dan paten. Hormat kami, salam untuk keluarga,” ungkap Djoksis, penuh haru.






































































