Jakarta, Energindo.co.id – Pembahasan pengembangan Lapangan BBR, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT. Jindi South Jambi B telah tuntas. Pertemuan pembahasan ini dihadiri oleh Kepala SKK Migas beserta tim; Top Manajemen Jindi Kantor Pusat. Keberhasilan tersebut berkat bimbingan Bapak Menteri ESDM. Selanjutnya akan segera diajukan POD (Plan of Development)nya kepada Bapak Menteri ESDM.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pukul 17.23 WIB Sabtu (3/10/2026).
“Adapun Pengembangan lapangan BBR (Bugil, Bungkal, Rayun) berupa pemboran 16 sumur Pengembangan, 5 re-entry sumur Eksplorasi; pembangunan Pipa dan Pemisahan CO2 dgn kandungan 51.2 % CO2 dan H2S yang cukup tinggi,” kata Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto.
Lapangan ini, tambah Djoksis, akan memproduksi gas pada peaknya sebesar 200 MMSCFD. Namun berhubung biaya yang cukup besar untuk memisahkan C02 dan H2S maka pada tahap awal harga gas cukup tinggi. “Tapi masih lebih murah dibanding gas yang berasal dari LNG,” tandas eks Dirjen Migas sembari mengimbuhkan setelah tahun 2040 harga gas dapat disesuaikan hingga mencapai harga yang sama seperti harga HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu).
“Mohon dukungan dan doanya sehingga gas ini dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri,” harap Djoksis.





































































