BEKASI, 2 JUNI 2026 — Setelah mengikuti sejumlah pameran di Jakarta, Medan, dan Bai, UMKM kuliner khas Bekasi, Kue Cincin Mpok Wida, berhasil memperluas pasar hingga mancanegara setelah memperoleh pelanggan dari Jepang dan Australia.
Pemilik Kue Cincin Mpok Wida, Wida Farida, mengatakan produk-produk khas Bekasi yang diproduksinya telah beberapa kali dikirim ke luar negeri. “Saat mengikuti pameran di Bali, kami mendapat pembeli dari Jepang dan Australia. Setelah mencoba produk kami, mereka kembali melakukan pemesanan dari negara masing-masing,” kata Wida.

Beberapa produk khas Bekasi buatannya yang telah dikirim ke mancanegara, antara lain Dodol Ketan Hitam sebanyak tiga kali pengiriman, Kue Cincin sebanyak enam kali pengiriman, Rengginang dan Peyek sebanyak tujuh kali pengiriman, dan Bawang Goreng sebanyak tiga kali pengiriman. Tak terhitung jumlah dan volumennya, warga Indonesia yang membeli produknya di Bekasi atau secara online lalu dikirim ke luar negeri.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa makanan tradisional khas daerah tetap memiliki peluang besar untuk diterima pasar global apabila diproduksi secara higienes, ada inovasi rasa, dikemas dan dipasarkan dengan baik,” ungkapnya.
Naik Kelas Berkat BNI
Perjalanan usaha Kue Cincin Mpok Wida dimulai pada tahun 2016. Saat itu, Wida yang hanya berbekal pendidikan SMA dan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga memutuskan untuk mencoba berjualan makanan khas Bekasi di lapak sederhana di pinggir jalan.

Modal awalnya adalah tekad dan semangat untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus melestarikan makanan tradisional daerahnya. Tak punya modal uang, apalagi jaringan luas.
Pada masa-masa awal, omzet usaha yang diperoleh hanya berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per minggu, sebuah jumlah yang jauh dari kata besar untuk sebuah usaha kuliner. Namun ia terus berjualan, memperbaiki kualitas produk, dan belajar memahami kebutuhan pasar. Kini, satu dekade kemudian, omzet usahanya telah meningkat menjadi jutaan setiap hari.
“Yang penting terus jalan dulu. Kalau produknya bagus dan kita mau belajar, pasti ada jalannya,” begitu prinsip yang selama ini dipegangnya.
Salah satu titik penting dalam perjalanan usaha ini adalah ketika Kue Cincin Mpok Wida menjadi bagian dari program pembinaan UMKM oleh Bank Negara Indonesia (BNI).
Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, Wida mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah ia pelajari, mulai dari teknik pengemasan produk yang lebih menarik, cara menghitung harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran dan penjualan terutama secara online, hingga teknik berjualan yang efektif saat mengikuti pameran dan bazar.
Tidak hanya pelatihan, dukungan juga hadir ketika usaha menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat terkena dampak musibah banjir.
“Bantuan yang diberikan bukan hanya fasilitas, tetapi juga ilmu yang membuat kami bisa berkembang,” ungkapnya.
Berkat pembinaan tersebut, kemampuan bisnisnya meningkat pesat. Produk menjadi lebih siap bersaing, kemasan semakin profesional, dan peluang pasar semakin terbuka lebar. Selain itu, ia juga sering diikutkan dalam pameran-pameran besar di Jakarta bahkan di kota lainnya.
“Tanpa bantuan BNI, rasanya sulit untuk berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.
Berinovasi Tanpa Mengabaikan Tradisi
Semangat penting yang dibawa Mpok Wida adalah kegigihan untuk mengembangkan inovasi, tanpa melupakan tradisi. Itulah yang ia lakukan pada kue cincin dan makanan khas Bekasi lainnya.
Tujuannya jelas agar generasi terkini mau mencoba makanan tradisional. “Bahkan harapannya mereka ketagihan pada makanan peninggalan nenek moyang,” ungkapnya.

Untuk itu, ia memproduksi kue cincin secara higienis tanpa bahan pengawet, mengupayakan agar memiliki tekstur empuk dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Dahulu kala, kue cincin identik dengan satu rasa original gula merah, kini Mpok Wida menghadirkannya dengan beragam rasa. Ada rasa Original (Gula Merah), Wijen, Pandan, Kopi, dan Red Velvet.
Meski menggunakan nama Kue Cincin, usaha yang dikelola Wida cukup beragam. Ada dodol ketan hitam khas Bekasi, Kembang goyang, Keripik bawang, Rengginang, Peyek, serta Aneka paket hantaran dan parsel khas Bekasi.
Menatap Masa Depan
Saat ini Kue Cincin Mpok Wida telah memiliki dua gerai dan sedang mempersiapkan pembukaan gerai ketiga, yaitu di Metropolitan Mall Bekasi, salah satu pusat perbelanjaan ikonik di Kota Bekasi.
Pada 24 Juni 2026 mendatang, Mpok Wida juga dijadwalkan mengikuti pameran di Batam. Batam merupakan wilayah yang sangat dekat dengan Singapura. Setiap pekan, warga Singapura berkunjung ke Batam untuk berbelanja. Mata uang rupiah lebih murah dibandingkan Dolar Singapura. Karena itu, warga Singapura lebih suka berbelanja di Batam daripada di negaranya sendiri.
Mudah-mudahan dari pameran di Batam, Kue Cincin Mpok Wida mendapatkan penjualan yang banyak, sebagaimana juga mendapatkan pelanggan baru dari luar negeri! Amin…..














































































