Jakarta, Energindo.co.id – PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah melaksanakan pengeboran sumur Reco 00004 di Field Reco pada Senin (10/8/2026) menggunakan rig BDSI-61. Kegiatan pengeboran selesai pada Minggu (6/9/2026) dengan total durasi pelaksanaan (move, drilling, dan initial completion) selama 41 hari. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang diterima Energindo.co.id pada Jumat (18/9/2026) pukul 06.36 WIB.
Sumur ini dibor, kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, secara directional dengan target lapisan PM4930 pada interval 4863 – 4873 ftMD. “Setelah penyelesaian tahap pengeboran, pekerjaan initial completion dilaksanakan pada 2 September 2026 dan sumur berhasil di Put On Production (POP) pada 17 September 2026,” kata Djoksis seraya menambahkan produksi sumur mencapai 1527 BOPD (Barrel of Oil Per Day) dan dengan water cut 0% menggunakan ESP.
Capaian tersebut jauh melampaui target produksi awal sebesar 237 BOPD atau mencapai sekitar 644% dari target yang direncanakan (6,5 kali lebih tinggi dari target produksi awal).
“Dari sisi kinerja biaya, realisasi pengeluaran berdasarkan field estimate tercatat sebesar USD 2,245,040 atau 80,6% dari budget (GS),” kata mantan Dirjen Migas ini.
Selain capaian operasional tersebut, imbuh Djoksis, pelaksanaan kegiatan di Sumur Reco 00004 juga membukukan total safe man hours sebesar 84,191 jam sejak pertama kali tajak hingga uji produksi.
“Mohon doa agar produksinya bertahan lama,” harap Djoksis.




































































