Jakarta, Energindo.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT SAKA Energi Sepinggan (SES) terus mengawal persiapan pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Pekawai. Saat ini, seluruh rangkaian kegiatan telah memasuki tahap persiapan akhir menuju tajak yang ditargetkan pada Jumat (18/9/2026). Demikian diungkapkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Rabu (16/9/2026) pukul 09.06 WIB.
Menurut Djoksis, sapaan akrabnya, kini Rig Soehanah telah berada pada tahapan persiapan akhir untuk pelaksanaan tajak SM-1. “SKK Migas bersama SES terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap penyelesaian seluruh aspek kesiapan operasi, termasuk kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan dari service company, pengujian sistem dan peralatan, serta kesiapan personel dan aspek keselamatan sebelum operasi pengeboran dimulai,” terang Djoksis.
Sumur SM-1, tambahnya, direncanakan dibor secara directional dengan profil S-type hingga kedalaman akhir sekitar 12.000 ftTVDSS, dengan estimasi hari operasi selama 91,07 hari. Sasaran utama pengeboran adalah mengevaluasi potensi hidrokarbon pada Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
“Pengeboran ini diharapkan dapat membuktikan keberadaan hidrokarbon pada reservoir potensial di struktur Saka Manpatu dengan Estimated Total Inplace (P50) 108.5 Milyar Cubic Feet gas sekaligus memperoleh data geologi dan reservoir untuk mendukung evaluasi potensi sumber daya dan kontinuitas reservoir lebih lanjut,” ungkap mantan Dirjen Migas ini.
Bagi SKK Migas pengeboran SM-1 memiliki arti strategis dalam mendukung upaya peningkatan kegiatan eksplorasi dan penambahan sumber daya migas nasional. Keberhasilan pengeboran ini diharapkan tidak hanya membuktikan potensi hidrokarbon di Struktur Saka Manpatu, tetapi juga membuka peluang pengembangan dan monetisasi sumber daya baru di wilayah tersebut.
Lebih jauh Djoksis mengutarakan bahwa sinergi dan koordinasi antara SKK Migas, SES, serta seluruh kontraktor dan service company akan terus diperkuat untuk memastikan setiap tahapan operasi terlaksana secara aman, efektif, efisien, dan sesuai dengan program yang telah disepakati. Seluruh pihak juga berkomitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan kerja, integritas dan keandalan teknis, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta perlindungan lingkungan dalam setiap tahapan kegiatan.
Dengan target tajak pada 18 September 2026, kata Djoksis, pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 diharapkan dapat berjalan aman dan lancar serta mencapai seluruh objektif eksplorasi yang telah ditetapkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen SKK Migas dan KKKS dalam memperkuat kegiatan eksplorasi untuk mendukung penambahan sumber daya dan cadangan migas serta keberlanjutan produksi migas nasional.
Djoksis optimis eksplorasi SAKA dapat menghasilkan hydrocarbon berupa gas dan kondensat melebihi dari target, dengan lancar aman dan selamat.






































































