Jakarta, Energindo.co.id – Sumur Sungai Anggur 3 (SA 3) Blok Belida saat ini tengah melakukan pengeboran. Para karyawan bekerja siang dan malam selama 24 jam secara bergiliran, berkorban jauh dari keluarga dan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk mencari mnyak dan gas (migas) bagi Indonesia. Demikian dilaporkan Eddy Tampi, pengusaha migas kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga diterima Energindo.co.id pada Kamis petang pukul 17.18 WIB (24/9/2026).
“Mohon doa restu Bapak Djoko, semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui usaha kerja kita sehingga dapat menghasilkan discovery 1.500 BOPD,” ungkap Eddy.
Dia menuturkan permasalahan-permasalahan yang ada sudah ditangani dan diselesaikan tuntas oleh SKK Migas dan KESDM dibawah kepempimpinan Pak Djoko, Pak Bahlil, Pak Yuliot. Misalnya soal beragam perizinan, pembebasan lahan dan lainnya, saat ini proses penyelesaiannya hanya butuh 4 bulan bahkan kurang. “Kalau dulu penyelesaiannya sampai 2 tahun prosesnya,” tandas Eddy.
Sementara bottle neck sisa hanya di Kementerian Keuangan belum 100% tuntas selesai. Dia mencontohkan terkait pengembalian PPN yang membutuhkan waktu minimal 8 bulan. “Sedangkan jika kami telat sedikit pembayaran 1 bulan didenda 1%. Sehingga Investor merasa tidak ada fairness, sehingga membuat investor patah semangat untuk berinvestasi,” ungkap Eddy.
Lebih lanjut dia mengatakan, bila Kemenkeu tidak bisa segera memperbaiki permasalahan fiskal di hulu migas hingga tuntas 100 %, maka yang pasti rugi dan susah Kemenkeu juga karena harus mengeluarkan uang untuk import migas.
“Sedangkan apabila produksi dalam negeri meningkat dan 100% biaya investor Non-APBN maka beban Kemenkeu akan berkurang,” terang Eddy Tampi.
Sebagai informasi, Eddy Tampi (atau Ham Eddy Tampi), seorang praktisi, investor, dan pengusaha sektor industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Dia meniti karier sejak 1972. Publik mengenal Eddy sebagai petinggi di perusahaan energi swasta PT Sele Raya (seperti PT Sele Raya Merangin Dua dan PT Sele Raya Sejati).



































































