Jakarta, Energindo.co.id – Upaya merealisasikan swasembada energi terus digenjot. Sedikit demi sedikit. Salah satunya melalui kegiatan intervensi Sumur di Lapangan Adera, Sumatera Selatan yang dioperatori oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina EP – Asset 2 (PEP Zona 4) yang sukses memproduksi minyak sebesar 170 BOPD (395%) dari target sebesar 43 BOPD dan gas sebesar 0.548 MMSCFD.
“Alhamdulilah, berita gembira kegiatan Intervensi Sumur di Lapangan Adera, Sumatera Selatan, KKKS PT Pertamina EP – Asset 2 (PEP Zona 4) yang telah berhasil melaksanakan kegiatan Workover pada sumur BNG-074 dengan hasil 395% dari target,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pukul 11.53 WIB, Sabtu (7/11/2026). Sumur BNG-074 adalah idle well.
Pekerjaan Workover, lanjut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, menggunakan pompa ESP. Kegiatan operasional dimulai pada 17 Oktober 2026 dan selesai pada 22 Oktober 2026.
“Setelah berkala dilakukan gross up serta penyesuaian frekuensi ESP, tercatat pada minggu ini November 2026 hasil minyak sebesar 170 BOPD (395%) dari target sebesar 43 BOPD dan gas sebesar 0.548 MMSCFD dari target 0 MMSCFD pada Formasi TAF-P1 (interval : 1959-1962.5 mMD),” papar Djoksis. Pada saat yang sama sumur dapat langsung diproduksikan (PoP/Put on Production).
Secara operasional, imbuh Djoksis, sumur ini dikerjakan dengan menggunakan Rig GJE-05 (550 HP) dengan total durasi pekerjaan selama 5 hari dari rencana 6 hari (lebih cepat).
“Estimasi biaya (based on field estimate cost) yang sudah dikeluarkan sebesar USD 122.356 atau setara dengan 64% (lebih rendah) dari rencana anggaran sebesar USD 191.989,” tutur Djoksis.
Sebelum dilakukan pekerjaan workover, katanya, sumur tersebut dalam kondisi off production (idle). Hal ini sebagai bukti kegiatan intervensi sumur masih bisa dapat di produksikan. Upaya ini tercapai berkat kerjasama dan kolaborasi SKK Migas, PEP Asset 2 dan Kadept Operasi KUPS SKK Migas.
Sebagai catatan, idle well adalah sumur minyak dan gas bumi (migas) yang pernah aktif beroperasi, namun saat ini tidak lagi berproduksi atau tidak aktif dalam jangka waktu tertentu (minimal 6 bulan berturut-turut).














































































