Jakarta, Energindo.co.id – Pemerintah Indonesia pro aktif mensosialisasikan potensi sumberdaya alam, khususnya minyak dan gas bumi (Migas) ke dunia global. Kali ini Indonesia mengambil peran di perhelatan Abu Dhabi Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 yang berlangsung pada 2-5 November.
“Alhamdulillah, mewakili Bapak Menteri kami hadir di ajang Internasional Converence & Exibition Hulu Migas “ADIPEC” di Abu Dhabi,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi danTransisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id Kamis (5/10/2026) pukul 21.21 WIB.
Menteri Energi UEA (Uni Emirat Arab) Suhail Al-Mazrouei membuka ADIPEC yang dihadiri oleh 30 pejabat Menteri/setingkat Menteri/para Dubes dan Para CEO Perusahaan Hulu Migas Dunia serta para pimpinan perusahaan penunjang.
Menurut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, sebanyak 40 negara membuka paviliun termasuk Indonesia dan ribuan booth dari berbagai perusahaan besar minyak dunia dan para penyedia jasa penunjuang.
“Dubes UEA Pak Juda Nugraha; Pak Sandiago Salahudin Uno; CEO Inpex Pak Ueda, CEO Searah, CEO ENI, CEO Petronas, CEO Mubadala, dan para pimpinan perusahaan menitip salam hangat untuk Bapak Menko Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia,” ungkap Djoksis.
Pada acara pembukaan yang disampaikan oleh Menteri UAE, kata Djoksis, dikatakan bahwa kolaborasi antar negara, antar pemangku kepentingan dari upstream, midstream dan downstream sangat dibutuhkan dalam penyediaan energi oleh produsen hingga konsumen yang berkelanjutan.
“Beliau juga menyampaikan bahwa di era AI ini sangat membutuhkan energi yang melonjak besar, disamping itu AI sendiri sangat membantu sekali untuk mendapatkan energi yang cepat dan efisiensi energy yang tinggi,” terang mantan Plt. Dirjen Migas ini.
Di Paviliun Indonesia, imbuh Djoksis, juga di teken beberapa kesepakatan antara lain, dan sangat membanggakan adalah kesepakatan penambahan penjualan kapal penunjang kegiatan hulu migas yang dipesan oleh Saudi Aramco.
“2 Kapal jenis ini sebelumnya sudah digunakan oleh Saudi Aramco dan memesan 2 kapal lagi untuk kegiatan operationalnya karena kapal ini dapat menghemat bahan bakar sampai dengan 50 persen,” papar Djoksis.
Lebih jauh Djoksis menyampaikan bahwa kapal tersebut 100% merupakan buatan orang Indonesia, 100 pekerja Indonesia, kegiatannya dapat dikontrol langsung dari Surabaya dan dibuat di Gresik Jawa Timur. Selain itu, imbuh Djoksis, yang mendesign kapal adalah para engineer ITS, sehingga dapat menghemat bahan bakar hingga 50%.
Bahkan kandungan TKDN 70%.
“Hanya mesin kapal dan bahan baku body kapal berupa aluminium yang masih import dari negara Yunani,” tandasnya seraya menambahkan kedepan PT. Inalum bisa mensuply kebutuhan aluminium untuk pembuatan kapal.
“Kapal jenis ini sudah diproduksi sebanyak 10 kapal dan tahun depan ditambah 2 lagi,” ujar Djoksis.
Dalam sesi diskusi panel, terangnya, tidak sedikit pertanyaan terkait kebijakan Supply dan Demand LNG baik untuk keperluan domestik maupun ekspor, Produksi LNG, Infrastruktur LNG, harga LNG, dan kontrak LNG yang lebih fleksibel.
“Pertemuan dengan CEO Inpex Mr UEDA & Manajemen Inpex membahas progress Proyek pengembangan lapangan Masela. Pertemuan dengan CEO Mubadala membahas progres pengembangan lapangan Andaman,” ungkap Djoksis. Sedang pertemuan denga CEO Searah dan ENI membahas progres Pengembangan Proyek Geng North, Gendalo Gehem dan Geliga.
Tidak hanya sampai di situ. Djoksis juga menyampaikan pertemuan di kantor Kedutaan Besar RI, Abu Dhabi. “Di sana diadakan diskusi panel diaspora. Bertindak sebagai pembicara Bapak Sandiaga Uno, Bapak Dubes, Ka.SKK dan Ketua IATMI serta para narasumber Migas Non Konvensional, Sour Gas baik Pembicara internasional maupun para ahli dibidangnya,” paparnya.
Sementara di Paviliun Indonesia dipaparkan pula berbagai data dan informasi untuk kerjasama investasi di hulu migas, peningkatan baik investasi eksplorasi, pembangunan infrastruktur, penyediaan barang dan jasa termasuk tanda-tangan kerjasama Pembangunan fasilitas blending bahan kimia EOR di negara Abu Dhabi antara PT Tara Abu Dhabi dan PT. Luas Birus dimana bahan kimianya untuk EOR bahan bakunya dari Indonesia.














































































