Jakarta, Energindo.co.id – Teknologi hydraulic fracturing atau fracking, tengah digadang-gadang sebagai upaya optimalisasi pengembangan
migas non konvensional (MNK). Pasalnya, terdapat ribuan sumur unconventional migas yang siap difrack.
Berita menggembirakan tersebut datang dari orang nomor wahid di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto ketika menyambangi perhelatan Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab awal November 2026.
“1 unit Fracking Dragon ini seharga 2 juta USD,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto pada Energindo.co.id pukul 23.27 WIB Kamis (5/11/2026). Kedepan Indonesia akan mengefrac ribuan sumur unconvensional migas.
“Saat ini sudah terdapat 100 kandidate frac!” tandas Djoksis.
Jamak diketahui, teknologi fracking adalah alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan batuan menyimpan dan mengalirkan minyak maupun gas. Proses ini dilakukan dengan menginjeksikan fluida bertekanan tinggi ke dalam formasi batuan sehingga terbentuk rekahan yang memungkinkan hidrokarbon mengalir menuju sumur produksi.
Peralatan yang dipasang pada trailer memungkinkan unit tersebut dipindahkan ke lokasi operasi migas.
Sebagai informasi, Dragon Products Ltd merupakan perusahaan manufaktur peralatan industri dan migas asal Amerika Serikat yang berbasis di Beaumont, Texas. Perusahaan ini memproduksi berbagai peralatan untuk kegiatan pengeboran, produksi, dan stimulasi sumur migas, termasuk peralatan yang digunakan dalam operasi fracking.














































































