Jakarta, Energindo.co.id – Work Program & Budget (WP&B) 2027 yang disusun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi landasan pelaksanaan investasi dan kegiatan operasi hulu migas sepanjang tahun 2027.
Demikian diungkapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat WP&B Eksploitasi 2027 di Sentul Banten.
Dia juga mendorong agar proses penyusunan 2027 berorientasi pada program yang dapat dieksekusi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi dan lifting migas nasional.
Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto juga menyampaikan WP&B harus diterjemahkan menjadi program. Program harus diwujudkan melalui eksekusi. Eksekusi harus menghasilkan peningkatan produksi. Dan produksi harus dikonversikan menjadi lifting yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Dalam penyusunan program kerja 2027, SKK Migas meminta KKKS meningkatkan jumlah dan kualitas kegiatan utama yang berkontribusi terhadap penambahan produksi, menjaga operasi yang aman dan andal, memastikan proyek onstream tepat waktu, mempercepat reaktivasi sumur idle, serta mengimplementasikan teknologi production enhancement dan Enhanced Oil Recovery (EOR). Optimalisasi nilai dari setiap biaya yang dikeluarkan, penyelarasan jadwal rig, dan pemanfaatan aset bersama juga menjadi bagian dari strategi mencapai target 2027.
SKK Migas juga mendorong KKKS untuk meningkatkan investasi melalui percepatan Komitmen Kerja Pasti atau Komitmen Pasti serta merealisasikan proyek-proyek yang sebelumnya tertunda. Kegiatan eksplorasi berkelanjutan, termasuk pengeboran dengan karakteristik high risk-high reward, percepatan pengembangan Undeveloped Discoveries, serta evaluasi kembali Plan of Development (POD) juga diarahkan agar semakin banyak potensi sumber daya dapat dikonversikan menjadi produksi.
Melalui pembahasan WP&B Eksploitasi 2027, SKK Migas berharap dapat dihasilkan program kerja yang realistis, investasi yang semakin kuat, serta langkah konkret untuk meningkatkan produksi dan mencapai target lifting nasional dengan tetap mengoptimalkan cost recovery.




































































