Jakarta, Energindo.co.id – Fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang ditinjau oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja setahun lalu ke Tiongkok telah hampir rampung. Progres pembangunannya mencapai 85%,. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Jumat pagi pukul 08.11 WIB (25/9/2026).
“Adapun LNG akan didatangkan untuk komisioning yang akan dilakukan pada Yard Wison Qidong China tempat dimana saat ini sedang dilakukan pemasangan top-side nya, sehingga bila terjadi kegagalan operasi saat komisioning, dapat segera diperbaiki langsung di tempat ( tidak bolak balik China-Papua/PP ),” ungkap Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto.
Tujuannya, imbuh Djoksis, agar supaya saat FLNG tiba di perairan Papua tahun depan sehingga bisa langsung berproduksi.
Selanjutnya, kata Djoksis, FLNG akan memproses gas menjadi LNG dari lapangan AKM (Asap Kido Merah) Genting Oil, Papua,
“Panjang FLNG ini 3x lapangan bola dan menjadi FLNG Pertama dan terbesar di Indonesia dan terbesar ke 9 di dunia,” ujar mantan Dirjen Migas ini seraya memohon doa dan support agar semua rencana berjalan lancar, aman dan selamat hingga beroperasi.
Pembangunan FLNG ini berawal dari kesepakatan yang ditandatangani pada Juni 2024 antara Genting Group melalui anak usahanya, PT Layar Nusantara Gas, dan Wison New Energies. Nantinya, FLNG yang dibangun di Teluk Bintuni ini akan menerima pasokan gas dari proyek AKM yang diproyeksikan memproduksi 330 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) mulai 2027.
Sebagai informasi, Wison Nantong Yard merupakan fasilitas galangan kapal yang beroperasi sejak 2006 di Kawasan Industri Teknologi Tinggi Nantong, Provinsi Jiangsu, sekitar 135 km dari kantor pusat Wison di Shanghai. Fasilitas ini khusus membangun struktur terapung seperti hull Floating LNG dan tangki SPB (Self-supporting Prismatic Type B), serta menyediakan layanan EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation, Commissioning).
Dengan kapasitas produksi hingga lima unit per tahun, Nantong Yard mampu merakit FLNG, kapal pengangkut LNG, FSRP (Floating Storage Regasification Power barge), sekaligus mengekspor modul dan tangki besar secara massal.
Jamak diketahui, setahun silam Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok untuk meninjau langsung pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG). Fasilitas ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dan dibangun untuk Indonesia di galangan kapal Wison New Energies, Kota Nantong. Fasilitas LNG terapung raksasa ini nantinya akan mengolah gas dari Lapangan Asap Kido Merah (AKM) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Limited .
Menurut Bahlil, pembangunan FLNG ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027 dan mulai beroperasi di Teluk Bintuni pada kuartal kedua hingga ketiga di tahun yang sama. “Fasilitas LNG Terapung ini diperkirakan selesai pada awal 2027, dan akan mulai berproduksi di Papua Barat beberapa bulan setelahnya,” ujarnya.




































































