Jakarta, Energindo.co.id – Pengeboran sumur migas menjadi kunci untuk mencapai target produksi maksimal. Tanpa pengeboran, produksi yang diharapkan mustahil diperoleh.
“Alhamdulilah, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah melaksanakan pengeboran Sumur P_Tian26_0001/Tiang#05 di Lapangan Tiang pada 23 September 2026 dan menyelesaikan pengeboran pada 14 Oktober 2026 menggunakan Rig PDSI 53.2,” demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id Senin (2/11/2026) pukul 22.27 WIB. Sumur ini dibor secara directional dengan target lapisan Pematang Sand hingga kedalaman 4.543 ftMD.
Setelah pengeboran selesai, lanjut Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto, kegiatan dilanjutkan dengan tahap initial completion hingga sumur berhasil Put On Production (POP) pada 1 November 2026.
“Sumur ini mencatatkan produksi awal sebesar 672 BOPD dengan laju alir total 1.542 BFPD dan water cut sebesar 56%, menggunakan Electric Submersible Pump (ESP),” kata Djoksis.
Capaian produksi awal tersebut, imbuh eks Plt. Dirjen Migas, melampaui target sebesar 253 BOPD, dengan realisasi mencapai 265,6% dari target atau sekitar 2,66 kali lipat dibandingkan target yang direncanakan.
Djoksis mohon doa dan dukungan agar produksi bertahan lama dan berkelanjutan.














































































