Jakarta, Energindo.co.id – Ikhtiar merealisasikan kemandirian energi Nasional terus digenjot melalui kegiatan pengeboran sumur eksplorasi. Usaha tidak kenal lelah pun membuahkan hasil mencapai 288 BOPD dari sumur pengembangan BNG-089 milik PHR Zona 4.
“Alhamdulilah, PT. Pertamina EP Asset 2 (PT. PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran lokasi BNG-A12 menjadi sumur pengembangan BNG-089 pada 15 September 2026 dan per tanggal 30 Oktober 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 288 BOPD atau 192% dari target inisial produksi sebesar 150 BOPD,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id Minggu (1/11/2026) pukul 20.24 WIB.
Produksi yang dihasilkan mengalir secara natural dengan menggunakan pompa listrik artificial lift (ESP) yang berasal dari lapisan TAF Layer N2b.
Menurut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, lokasi pengeboran terletak di Struktur Benuang step out block-H, Field Adera, di sebelah Barat Laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Sebagai informasi tambahan, lanjut eks Plt. Dirjen Migas ini, pelaksanaan operasi di Sumur BNG-089 (BNG-A12) tercatat telah membukukan total safe man hours sebesar 59.832 jam sejak pertama kali tajak, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent.
“Sumur ini dibor secara Vertical menggunakan Rig PDSI 42.3 / N1500E hingga kedalaman akhir di 2549 mMD/2548.8 mTVD, dalam total waktu 44 hari dari program 43 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi,” ujar Djoksis sembari memohon doa dan support agar produksi bertahan lama dan berkesinambungan.














































































