Jakarta, Energindo.co.id – Mengejar target produksi menjadi keharusan di tengah cita-cita swasembada energi nasional. Karena itu, upaya perawatan sumur minyak menjadi keharusan agar volume produksi tetap terjaga. Bahkan dapat melebihi target. Inilah yang terjadi di sumur TMB-028 milik PEP Zona 4.
“Alhamdulilah, kegiatan intervensi PT Pertamina EP – Asset 2 (PEP Zona 4) yang telah berhasil melaksanakan kegiatan Well Service ( Perawatan Sumur) pada sumur TMB-028 dengan hasil melebihi target. Sumur tersebut berlokasi di Lapangan Limau, Sumatera Selatan,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Sabtu (3/10/2026) pukul 12.16 WIB.
Pekerjaan Well Service berupa reparasi dan stimulasi acidizing ( Pengasaman) yaitu menginjeksi bahan kimia tertentu yang bersifat asam sejenis asam sulfat ke lubang bawah sumur agar (skin / parafin/kotoran kotoran yang menyumbat) pori pori batuan reservoar disekitar lubang bawah sumur terurai larut dgn bahan kimia tersebut, sehingga minyak dapat mengalir dengan leluasa ke lubang bawah sumur.
Menurut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, kegiatan operasional dimulai pada 20 Oktober 2026 dan saat ini sedang dilakukan uji produksi dengan hasil minyak sebesar 600 BOPD (1456%) dari target sebesar 40 BOPD pada Layer ‘B’ (interval : 1380.5-1386.5 m).
“Pada saat yang sama, sumur dapat langsung diproduksikan (PoP / put on production),” Djoksis.
Secara operasional, tandas mantan Plt. Dirjen Migas ini, sumur tersebut dikerjakan dengan menggunakan Rig EPI-08 (350 HP) dengan total durasi pekerjaan hingga saat ini selama 10 hari sesuai rencana.
“Estimasi biaya (based on field estimate cost) yang sudah dikeluarkan sebesar USD $96,721.31 atau setara dengan 60.06% dari rencana anggaran sebesar USD $161,039.60,” ungkap Djoksis.
Sumur TMB-028 sebelumnya, lanjutnya, merupakan sumur aktif produksi pada layer K1 (1570 – 1573) mMD dengan besarnya produksi saat itu, yaitu (06 Sep’26) : 562 bfpd/ 10.96 bopd/ 0 mmscfd/ 98%WC.
“Peningkatan laju alir produksi ini menambah daftar sukses kegiatan intervensi sumur di wilayah Kerja PEP Zona 4 Limau Field,” ucap Djoksis seraya memohon doa produksi dapat bertahan lama dan pekerjaan serupa dapat dikerjakan pada ribuan sumur-sumur lainnya yang mempunyai problem sumuran yang sama dan dan bahan kimianya menggunakan produk dalam negeri.













































































