Jakarta, Energindo.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT. SDA South Bengara II telah berhasil melakukan pengeboran sumur pengembangan Bella-5. Saat ini, kegiatan telah memasuki tahapan well testing melalui pelaksanaan Drill Stem Test (DST) #2, kedalaman sumur 2.836 ftMD/2.836 ftTVD. Demikian diungkapkan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Rabu (16/9/2026) pukul 07.36 WIB
Menurut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, dari sisi operasional, Sumur Bella-5 dibor menggunakan Land Rig ETT-01 berkapasitas 750 HP.
“Berdasarkan laporan operasi per 14 September 2026, kegiatan telah memasuki hari operasi ke-52. Setelah mencapai kedalaman akhir, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian komplesi dan pengujian sumur untuk memperoleh data reservoir serta mengevaluasi kemampuan alir sumur,” papar Djoksis. Pada pelaksanaan DST #2, hasil pengujian awal melalui separator menunjukkan adanya aliran gas tanpa produksi cairan yang terukur.
“Pada bukaan choke 56/64 inci dan laju alir gas sekitar 4 MMscfd tanpa produksi kondensat yang terukur,” ujar Djoksis.
Hasil sementara tersebut menunjukkan respons aliran gas yang positif seiring dengan peningkatan bukaan choke.
Namun, lanjut Djoksis, rangkaian DST #2 masih berlangsung dan diperlukan penyelesaian keseluruhan program pengujian serta evaluasi data tekanan dan reservoir sebelum diperoleh kesimpulan akhir mengenai deliverabilitas dan potensi produksi Sumur Bella-5.
Lebih jauh mantan Dirjen Migas mengutarakan, dari sisi biaya, hingga periode pelaporan tersebut, realisasi biaya kumulatif telah mencapai sekitar USD 4,76 juta atau 103,94% dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) sebesar USD 4,58 juta. “Dengan program DST #2 yang masih berlangsung dan kebutuhan waktu sekitar lima hari ke depan, biaya akhir kegiatan diperkirakan dapat melampaui 110% dari nilai AFE,” ujarnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama SKK Migas dan SDA South Bengara II untuk memastikan penyelesaian pengujian tetap dilakukan dengan pengendalian biaya yang optimal tanpa mengurangi aspek keselamatan, integritas sumur, dan kualitas data yang dibutuhkan.
“Sinergi dan koordinasi antara SKK Migas dan SDA South Bengara II terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian pengujian Sumur Bella-5 dapat diselesaikan secara aman, efektif, dan efisien,” terang Djoksis. Hasil akhir DST #2 diharapkan dapat memberikan data yang komprehensif sebagai dasar evaluasi potensi produksi sumur serta mendukung optimalisasi pengembangan lapangan dan pencapaian target produksi migas nasional.
“Alhamdulilah, hasil test terakhir bukaan choke/kran 64/64 inchi pada tekanan kepala sumur Pwh (Pressure Well Head) 191 Psi, tekanan bawah sumur/reservoar Pwb (Pressure Well bor) 1800 Psi. didapatkan produksi sebesar 4.3 juta SCFD (Standard Cubic Feet per Day)
atau 213% lebih besar dari target 2 juta scfd,” papar Djoksis.
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan 3 sumur bor lagi sesuai POD dan alokasi gas yang telah ditandatangani Menteri ESDM pada November 2024.
Djoksis optimis pada 2026 ini bisa onstream. “Gasnya akan dijadikan mini LNG skema hilir oleh PT NES yang saat ini sedang dalam pembangunan mini LNG Plant-nya terletak di Berau Kalimantan Utara. Bayangkan! Hanya butuh 2 tahun onstream. Paten kali,” tegas Djoksis.






































































