Jakarta, Energindo.co.id – Direktur Eksekutif CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menilai bahwa dicopotnya Menkeu Purba Yudhi Sadewa dan digantikan Suahasil Nazara karena ada masalah koordinasi yang sudah parah antara Purbaya dan timnya di Kemenkeu.
“Salah satunya soal restitusi pajak yang ditahan, dan masalah pengelolaan anggaran negara. Distrust bukan hanya di level pelaku usaha dan publik soal perpajakan, tapi sudah mengarah pada perburuan di semua lini untuk dorong penerimaan sampai akhir tahun. Cara-cara yang dilakukan tanpa kajian, tanpa transparansi, sehingga buat semua pihak bingung,” ungkapnya kepada Energindo.
Selain itu, menurutnya, juga ada soal sengkarut anggaran program prioritas Presiden dengan Menkeu. “Harusnya kan dari awal Purbaya bisa rem belanja yang belum prioritas apalagi menghadapi bencana beruntun. Tapi Purbaya juga lemah,” ucapnya.
Lebih lanjut Bhima mengatakan, MBG sampai Kopdes Merah Putih sebetulnya jadi kunci APBN yang harus diatur ketat. “Tinggal Menkeu yang baru mau gimana,” lanjut mantan ekonom Indef tersebut.
Cuma dirinya buru-buru menyatakan tidak bisa banyak berharap kepada Menkeu baru, Suahasil Nazara. “Karena tekanan dari Presiden cukup kuat untuk jalankan program populis yang boros anggaran,” tandasnya.
Hal itu yang sebelumnya terjadi pada Purbaya, dimana dia boros anggaran tapi menekan daerah, sehingga anggaran daerah banyak menghadapi masalah. Alhasil, Purbaya banyak ribut di kalangan internalnya sendiri.
Lalu sosok Menkeu yamg dibutuhkan oleh negeri ini saat ini seperti apa? Menkeu Kabinet Bayangan versi Koalisi Masyarakat Sipil ini menegaskan, yaitu orang yang bisa bilang tidak ke Presiden Prabowo meski rela dipecat. Dan dia harus jadi tuas rem bukan pedal gas kebijakan yang boros.
Hanya ketika didesak tentang nama yang cocok dan punya kriteria seperti itu, dirinya menyatakan hingga saat ini belum ada nama yang cocok, karena masalahnya ada di Presiden Prabowo, bukan semata di Menkeunya.
Sebagaimana dimaklumi, hari ini Senin (14/9) Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu). Posisinya kini digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil pun dilantik Prabowo sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Prabowo sebelum menandatangani berita acara pelantikan.
Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya yang relatif singkat. Ia baru dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Artinya, Purbaya hanya sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan sebelum digantikan Suahasil. Sebelum menjadi Menkeu, Purbaya dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kabar pergantian Menteri Keuangan dengan cepat menjadi bahan perbincangan netizen. Banyak yang mengaku kaget karena pergantian Purbaya berlangsung tanpa banyak tanda-tanda sebelumnya. (*)





































































