Jakarta, Energindo.co.id – Komitmen pengeboran Sumur PB-42 oleh Texcal Energi Mahato Inc di Wilayah Kerja (WK) Mahato, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. telah dilaksanakan.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto dalam laporannya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id Senin malam pukul 19.30 WIB (14/9/2026). Sumur PB-42 merupakan sumur pengembangan dengan tipe horizontal yang menargetkan reservoir Bekasap Sand C.
“Pengeboran dilaksanakan menggunakan Rig BDSD#8 berkapasitas 1.500 HP hingga mencapai kedalaman akhir 7.655 ft, dengan panjang section horizontal sekitar 500 ft,” kata Djoksis, sapaan akrabnya.
Penerapan teknologi pengeboran horizontal, lanjut Djoksis, ditujukan untuk meningkatkan kontak lubang sumur dengan reservoir sehingga potensi produksi dapat dioptimalkan. Sumur PB-42 ditajak pada 17 Agustus 2026 dan berhasil diselesaikan pada Senin (14/9/2026).
Dari sisi operasional, imbuh Djoksis, kegiatan pengeboran dan pengujian dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari, lebih cepat 3 hari dibandingkan rencana 31 hari. Pencapaian tersebut menunjukkan pelaksanaan kegiatan yang efektif dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Menurut mantan Plt Dirjen Migas ini, dari sisi biaya, pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan kinerja yang positif. “Biaya aktual tercatat sebesar 91% dari biaya yang direncanakan, dengan biaya plan sebesar US$5.457.019, sehingga estimasi biaya aktual mencapai sekitar US$4,961,676,” paparnya. Capaian ini menunjukkan adanya efisiensi biaya dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran dengan tetap menjaga pencapaian sasaran teknis dan produksi.
Lebih jauh mantan Sekjen Dewan Energi Nasional ini juga mengutarakan, keberhasilan Sumur PB-42 semakin diperkuat dengan capaian produksi aktual sebesar 520 barel minyak per hari (BOPD), melampaui target sebesar 448 BOPD atau realisasi produksi mencapai sekitar 117% dari target.
Sumur tersebut diproduksikan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) untuk mendukung optimalisasi pengangkatan fluida dan menjaga tingkat produksi sumur.
Djoksis berharap keberhasilan Sumur PB-42 ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak di WK Mahato sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional.
“Capaian produksi yang melampaui target, penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat dari rencana, serta efisiensi biaya menjadi indikator positif dalam pelaksanaan pengembangan sumur tersebut,” ujar Djoksis sembari memohon doa sisa kegiatan pengeboran work over @ well service sd Desember juga menghasilkan produksi yang lebih besar dari target.




































































