Jakarta, Energindo.co.id – Untuk memuluskan kegiatan Seismic Laut Dalam (deep-water) di WK Agung-1 (3D sepanjang 1800 km); WK Barong (3 D sepanjang 1857 km) dan WK Agung-2 ( 2D sepanjang 285 km) berjalan lancar, dilakukan upacara adat dan doa bersama sebagai wujud pengejawantahan kearifan lokal.
Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, yang turut serta dalam kegiatan tersebut, dirinya telah berangkat dari kediaman Gunernur Bali menuju Laut Cekungan Bawang. Perjalanan ditempuh selama lebih kurang 3 jam perjalanan darat.
“Upacara adat dan doa bersama sebagai implementasi dari kearifan ĺokal, memohon restu dan ridho kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Pemilik Laut dan seisinya Alam semesta, agar kegiatan Seismic laut dalam (deep-water) bisa berlangsung lancar, aman, selamat dan membuahkan hasil maksimal,” ungkap Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto pada Energindo.co.id Kamis pagi pukul 06.28 WIB (24/9/2026).
Djoksis memohon support doa agar hasil kegiatan Seismic mendapatkan data-data subsurface bawah tanah yang bagus dan berpontensi besar untuk selanjutnya dilakukan pemboran eksplorasi.
Lebih lanjut Djoksis mengungkapkan, ekplorasi Laut Dalam (Deep-Water) akan dilakukan oleh Raksasa Migas Inggris Kontraktor Kontrak Kerja Sama/
KKKS bp ( British Petroleum) Indonesia sebagai operator yang berpartner dengan raksana migas asal Jepang, yaitu KKKS PT INPEX ( Indonesia Petroleum Exploration).
Doa bersama dilakukan di sejumlah pura terdekat. Dilakukan sejak Rabu malam (23/9/2026). Kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi di tepi Pantai Cekungan Bawang dan di Laut Cekungan Bawang. Upacara adat dan doa dipimpin oleh pemuka agama setempat, Gubernur Bali Wayan Koster. Upacara adat turut dihadiri oleh Pimpinan Tertinggi BP Asia Pacific, GM BP Indonesia, Presiden Direktur PT INPEX; Ka SKK Migas, Deputy Eksplorasi beserta jajarannya masing masing.
Sebagai catatan, seismik laut dalam adalah kegiatan atau metode survei geofisika di perairan laut berkedalaman besar untuk memetakan struktur lapisan tanah dan batuan di bawah dasar laut.
Penjelasan dan Cara Kerja
Gelombang suara: Kapal khusus memancarkan gelombang kejut atau suara berfrekuensi rendah ke dalam air hingga menembus dasar laut.
Pantulan sinyal: Gelombang tersebut memantul kembali saat mengenai lapisan batuan yang berbeda di bawah dasar laut.
Perekaman data: Alat bernama hydrophone merekam pantulan gelombang untuk diubah menjadi peta bawah permukaan.
Tujuan Utama
Eksplorasi migas: Mencari cadangan minyak dan gas bumi di lepas pantai


































































