Jakarta, Energindo.co.id – Untuk mengaktifkan kembali sumur minyak yang telah mati suri (idle well) sekian lama dibutuhkan effort besar dan didukung high technology. Upaya tersebut dilakukan di Sumur SKW-17ST Lapangan Sukowati dengan hasil produksi 1025 persen
dari target. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil, yang juga diterima Energindo.co.id pada Jumat pagi pukul 05.28 WIB (2/10/2026).
“Alhamdulilah, PT Pertamina EP Asset 4 (Zona 11) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan kegiatan Well Intervention Sumur SKW-17ST dengan hasil produksi 1025% dari target,” kata Djoko Siswanto. Sumur tersebut berada di Lapangan Sukowati Pad B, Desa Ngampel, Bojonegoro, Jawa Timur.
Objektif pekerjaan dari well intervention sumur SKW-17ST, kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, adalah untuk mengembalikan potensi produksi dengan melakukan penutupan interval produksi eksisting, perbaikan bonding cement, perforasi interval produksi baru pada Lapisan Tuban Reef (Limestone), stimulasi matrix acidizing, dan install ESP.
“Kegiatan operasional dinyatakan selesai pada Rabu 30 September 2026 dengan hasil laju alir initial minyak sebesar 810 BOPD (1025%) dari target sebesar 79 BOPD dan laju alir initial gas sebesar 0.425 MMSCFD dari lapisan Tuban Reef (Interval 7739 – 7749 ftMD),” papar Djoksis. Pada saat yang sama, sumur dapat langsung diproduksikan (PoP).
Secara operasional, lanjut mantan Plt. Dirjen Migas, kegiatan well intervention dikerjakan menggunakan Rig NYT#24 (550 HP) dan berhasil diselesaikan dalam waktu 31 hari operasi. “Estimasi biaya (based on field estimate cost) yang sudah dikeluarkan sebesar USD 790,650 atau setara dengan 86% (lebih rendah) dari rencana anggaran sebesar USD 916,946,” terang Djoksis.
Sebelum dilakukan well intervention, lanjut Djoksis, sumur SKW-17ST sebelumnya dalam kondisi shut-in sejak November 2022 akibat Water Cut 100%, sehingga tidak lagi ekonomis untuk diproduksikan. Setelah dilakukan kegiatan well intervention, water cut turun menjadi 66.38%.
Lebih jauh Djoksis mengutarakan bahwa keberhasilan reaktivasi Sumur SKW-17ST menjadi bukti nyata semangat inovasi, kolaborasi, dan kerja keras Perwira Pertamina EP Zona 11 dalam mengoptimalkan potensi sumur shut-in, meningkatkan produksi migas Lapangan Sukowati, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Mohon doa dan support agar produksi bisa bertahan lama, dan air tidak banyak yang keluar,” harap Djoksis.




































































