Jakarta, Energindo.co.id – Upaya menggenjot target produksi migas terus dilakukan. Dan membuahkan hasil. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (SKK Migas) Petrochina menorehkan produksi dari sumur pengembangan NEB-126 yang estimasi awal produksinya sebesar 1,7 MMSCFD gas dan 60 BCPD kondensat.
Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, pagi tadi telah dilaksanakan tajak Sumur Pengembangan NEB-126 pada Kamis 8 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB menggunakan Bohai Rig #26.
Berdasarkan AFE, lanjut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, pemboran direncanakan selesai dalam 32 hari dengan metode pemboran berarah J-Type, inklinasi maksimum 50,77°, dan kedalaman akhir 7.400 ftMD / 5.218 ftTVD.
“Target utama adalah LTAF-C, dengan estimasi awal produksi sebesar 1,7 MMSCFD gas dan 60 BCPD kondensat,” demikian ungkap Djoksis kepada Menko Hilirisasi danTransisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Kamis (8/10/2026) pukul 21.45 WIB.
Selanjutnya, kata Djoksis, kegiatan pengujian sumur dan komplesi direncanakan berlangsung selama 18 hari menggunakan rig yang sama.
“Program bor sumur NEB-126 ini adalah sumur ke-6 dari total 6 sumur dalam WP&B 2026,” kata Djoksis sembari memohon doa agar pemboran berjalan lancar aman dan selamat, dicegah dari Blowout; serta menghasilkan hydrokarbon lebih dari target.









































































