Jakarta, Energindo.co.id – Pengeboran minyak dan gas bumi (migas) bukan bebas dari insiden. Walaupun telah menerapkan prinsip-prinsip HSSE super ketat. Insiden kecil maupun besar. Dengan ikhtiar kuat, peristiwa blowout di sumur BDA-4 Lap Jatibarang milik Pertamina dapat dikendalikan.
“Alhamdulilah, sumur BDA-4 Lap Jatibarang yang blowout telah berhasil dimatikan,” demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menko Hilirisasi dan Transisi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Kamis pukul 07.24 WIB (8/10/2026).
Blowout adalah suatu peristiwa mengalirnya/ semburan migas dari dalam sumur minyak dan gas ke permukaan atau di bawah tanah yang tidak bisa dikontrol. Peristiwa ini bisa terjadi ketika tekanan hidrostatis lumpur pemboran lebih kecil dari tekanan formasi.
Blowout terjadi pada Rabu 30 September 2026 pukul 11.52 WIB, terjadi semburan (blowout) saat akan dilakukan nipple down wellhead ESP Sumur BDA-04. “Diawali bowl yang lengket dengan wellhead ESP. Setelah upaya pengangkatan bowl tidak berhasil, dilakukan pelepasan wellhead ESP secara langsung dan kemudian terjadi semburan,” papar Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Menurutnya, upaya untuk mendudukkan kembali wellhead belum berhasil karena diduga terdapat sangkutan.
“Alhamdulilah, insiden tidak memakan korban jiwa,” terang Djoksis.
Pada pukul 11.57 WIB, Incident Management Team (IMT) Zona 7 diaktifkan karena semburan blowout masih berlangsung dan lokasi cukup dekat dengan permukiman.
Selanjutnya kata Djoksis, dilakukan pengamanan lokasi dan warga sekitar 16 KK, mobilisasi fire truck, ambulans, oil spill response equipment, serta persiapan strategi killing well. Hasil gas test pada jarak 30 m menunjukkan LEL 12%, CO 10, dan H₂S 0 ppm.
“Semburan Sumur BDA-04 telah berhasil dihentikan sejak Minggu 4 Oktober 2026 pukul 21.25 WIB melalui pemompaan fresh water SG 1.0 + HiVis 80 CP, rate 7 bpm,” ungkap mantan Plt. Dirjen Migas ini.
Lebih jauh Djoksis menjelaskan bahwa kondisi sumur saat ini stabil pada tekanan 0 psi. “Recovery lingkungan dan penanganan masyarakat terus dilakukan pada area terdampak dan pembersihan/demobilisasi peralatan rig,” papar Djoksis sembari memohon doa dan dukungan sehingga inside sejenis tidak terulang.









































































