Jakarta, Energindo.co.id – PT Galang Bumi Industri, sebagai pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, menggaet mitra dari Amerika Serikat (AS) untuk mengembangkan teknologi semikonduktor di Indonesia.
Langkah tersebut dituangkan dalam penandatanganan antara PT Galang Bumi Industri dengan sejumlah mitra strategis. Mitra tersebut di antaranya adalah Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA.
Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement) tersebut secara resmi ditandatangani pada 18 Februari 2026 serta perjanjian lanjutan dengan Tynergy Technology Corp.
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penandatanganan tersebut di Washington D.C., AS.
Direktur Utama PT Galang Bumi Industri Ahmad Maruf Maulana menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia. “Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (19/2/2026).
Hilirisasi kuarsa silika ini dimulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell.
Melalui Tynergy Group of Companies (PT Tynergy Technology Group – Indonesia), akan dikembangkan ekosistem hilirisasi.
Pengembangan ekosistem hilirisasi mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.
Pada tahap awal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai 4,9 miliar dolar AS. Selanjutnya, apabila tahap awal berjalan sukses, akan ada tambahan investasi sebesar 26,7 miliar.
Tambahan investasi tersebut akan direalisasikan guna memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi untuk melengkapi siklus produksi semikonduktor secara terintegrasi di Indonesia.
Dalam perjanjian yang ditandatangani, disebutkan bahwa kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di Galang.
Selain itu, ada perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir.
Investasi awal Tynergy Technology Corp sendiri ditargetkan hingga 250 juta dolar AS untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.
Untuk menjamin pasokan energi yang memadai, Tynergy Group juga akan membentuk PT Energy Tech Indonesia. Fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium ion akan dibangun dengan kapasitas hingga 150 MW energi berkelanjutan untuk mendukung operasional kawasan industri.
Selain itu, guna memperlancar transfer teknologi semikonduktor dan sel surya, Tynergy Technology Corporation USA membentuk kerja sama pengembangan antara dua zona ekonomi bebas.
Kerja sama tersebut melibatkan PSN Wiraraja GESEIP di Galang, Batam, dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona. Komitmen kerja sama transnasional tersebut juga ditegaskan dalam Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.
Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan. Lalu, sekaligus mendukung agenda pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta transisi energi berkelanjutan di kedua negara.
Presiden Prabowo disebut menyambut baik penandatanganan perjanjian yang berlangsung di kantor US Chamber & Commerce itu sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat.
Investasi besar dalam sektor hilirisasi dan energi hijau tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global.













































































