Jakarta, Energindo.co.id – Pada mulanya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
mengaku tidak mengerti minyak dan gas bumi (migas). Namun faktanya justru semua persolan sulit dan mandeg bertahun tahun lamanya dapat diselesaikan dengan cantik apik dan super cepat. Bahkan sukses dalam memimpin migas. Semua berkat karakter kuat, logis, dan konsisten serta super cepat dalam belajar mengambil keputusan yang tepat cepat serta benar sesuai aturan.
Tak percaya? “Blok Migas Natuna D-Alpha yang mangkrak sejak ditemukan gas terbesar di Asia Tenggara 46 TCF pada tahun 1973, kini telah ada pengelolanya,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Energindo.co.id Minggu (20/9/2026) pukul 11.35 WIB.
Pengelola Migas Natuna D-Alpha berkomitmen untuk melakukan pemboran. Padahal blok ini, lanjut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, telah menemukan cadangan migas sejak 1973.
“Penemuan gas tersebut boleh dibilang terbesar di Asia Tenggara sepanjang sejarah: 46 TCF,” tandas Djoksis. Sayangnya mangkrak sejak mula ditemukan. Karena mangkrak, imbuh Djoksis, akhirnya dikembalikan ke Pemerintah.
“Pemerintah mulai melelang hingga kemudian proses lelangnya di menangkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Nation Petroleum,” ungkap Djoksis.
Blok Migas ini terdiri dari 2 lapangan, yaitu : lapangan gas dan lapangan minyak. Djoksi memohon doa dan dukungan agar blok tersebut bisa dikembangkan lapangan minyaknya terlebih dulu.
Selain Blok Migas Natuna D-Alpha, raksasa migas China Sinopec juga telah berkomitmen untuk melakukan pengeboran sumur eksplorasi. Disusul kemudian raksasa migas Italia ENI dan Hongkong yang berkomitmen untuk pengeboran eksplorasi.
“Dengan demikian, selama 2 tahun kepemimpinan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyelesaikan semua persolan hulu migas pending matters yang mandeg bertahun- tahun lamanya,” ungkap Djoksis.
Djoksis mencatat, dibawah kendali Menteri Bahlil beberapa persoalan hulu migas yang
pending matters yang mandeg bertahun- tahun lamanya telah dituntaskanya, yaitu:
1. Blok Migas Natuna D-Alpha yang mangkrak sejak ditemukan gas terbesar di Asia Tenggara 46 TCF pada tahun 1973. Saat ini telah ada pengelolanya
2. Blok Masela 26 tahun Manggkrak, saat ini telah diresmikan pembangunannya oleh Presiden RI
3. Pipa WNTS-Pemping Mandeg 10 tahun tidak dikerjakan saat ini telah tuntas pembangunanya sehingga pada bulan depan gas Natuna untuk pertama kalinya bisa mengalir ke dalam negeri dalam sejarah Republik Ini.
4. MNK oil sejak awal tahun 90-an tak kunjung tiba. Namun saat ini MNK Rokan telah dibor dan ditemukan cadangan minyak yang besar. Kemudian dilanjutkan dengan TTD PSC yang belum lama ini telah diserahkan kepada PHR untuk dilakukan 2 pengeboran deliniasi tahun ini dan segera dikembangkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Hal ini menjadi tonggak sejarah pengembangan MNK skala besar di Indonesia. Disamping itu, Indonesia akan kembali berjaya dalam produksi minyak.
5. Moratorium 13 tahun terhadap raksana migas Thailand kasus Montara. Saat ini dalam proses pencabutan moratorium sehingga investasi PTT Thailand segera akan masuk ke Indonesia +/- 5 Milyar USD.
6. Masuknya Minyak Sumur Masyarakat sebagai bagian dari Produksi Minyak Nasional dan diolah di Kilang Minyak Pertamina.
7. Swab gas Natuna – Sumatra ke Singapura dapat terlaksana. Hal ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan gas domestik, khususnya Batam
8. Pengalihan komitmen 50 cargo LNG eksport untuk kebutuhan dalam negeri 2025.
9. Penyesuaian harga gas sesuai daya beli konsumen Industri.
10. Berbagai cara inovasi taktik dengan gaya dan net-workingnya sehingga percepatan proses perizinan hulu migas dapat terlaksana dengan cepat
11. Masuknya crude oil impor murah dan LPG dari Luar negeri, yang langsung melalui BLU KESDM dan Pertamina sebagai alternatif. Terobosan ini menjadi solusi karena terhambat masuknya crude oil dan LPG dari Timur tengah akibat berkecamuknya perang.
12. Tuntasnya RUU Migas yang telah lama mengendap dan mandeg bertahun tahun. Disusul kemudian dengan bakal terbentuknya BUK Migas sebagai penguatan Tupoksi SKK Migas; percepatan perijinan dan ketersediaan dana untuk execusi kegiatan Ekplorasi Produksi dengan cepat.
13. Kembalinya Raksasa Migas Perancis Total E&P ke Indonesia
14. Segera menyusul kembalinya anggota 7 sisters Migas (Total, Shell & Chevron ke hulu migas Indonesia.
15. Terlaksananya Program dan Terbangunnya CCS, Pabrik Mini LNG dan LPG
16. Masuknya NGL dan Kondensat hilir sebagai bagian produksi minyak nasional
17. Terkuras dan masuknya jutaan barel Dead Stok yang dapat dilifting
18. Cepatnya negosiasi dan keputusan harga gas & LNG dalam hitungan menit dan jam
19. Produksi & Lifting minyak yang bertahun-tahun lamanya turun terus. Saat ini naik sejak dipimpin Menteri Bahlil. Jamak diketahui, Menteri Bahlil mulai memimpin KESDM pada 2024 produksi minyak 580 bopd. Kini konsisten diatas 580 KBD bahkan tahun lalu dapat melebihi target APBN.
20. Pemanfaatan windfall profit hulu migas untuk mempertahankan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik di tengah semua negara menaikkan harga migasnya dalam situasi perang teluk.
21. Terwujudnya implementasi Amdal yang telah bertahun-tahun tidak terlaksana alokasi gas untuk Pemda Papua,
22. Komitmen peningkatan lokal konten terwujud nyata
23. Meningkatnya investasi hulu migas hingga puluhan milyar USD
24. Dan yang terpaten adalah kepiawaiannya menghadirkan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam acara-acara peresmian hingga groundbreaking proyek- proyek hulu migas, pagelaran akbar hulu migas serta turun langsung ke lapangan meresmikan proyek proyek onstream migas, sehingga insan hulu migas menjadi percaya diri, termotivasi membangkitkan semangat bekerja.
25. Kerhasilannya mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi para pegawai dibawah kepemimpinannya. Kendati menangani persoalan rumit, lanjut Djoksis, tetapi Menteri Bahli tetap menyisipkan canda tawa dan humor segar. “..Orang Papua pada umumnya itu saat baca lain, tulis lain, bikin lain.., sungguh mati..,Paten ! ” ujar Djoksis, mengutip candaan Menteri Bahlil.





































































