Jakarta, Energindo.co.id – Berita gembira datang orang nomor wahid Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto. Djoksis, sapaan akrabnya mengabarkan bahwa Jackup Rig yang dipergunakan untuk pengeboran proyek pengembangan Lapangan Duyung di Laut Natuna dari KKKS West Natuna Exploration Limited (WNEL) telah berhasil melewati daerah super kritis sejagat: Selat Hormuz.
“Alhamdulilah, Jackup Rig untuk ngebor sumur pengembangan Lapangan Duyung, Laut Natuna oleh K3S PT. WENEL sudah bisa melewati daerah kritis Selat Hormuz dengan menggunakan Wet Tow,” kata Djoksis kepada Energindo.co.id Rabu pukul 15.48 WIB (16/9/2026).
Selanjutnya, ungkap Djoksis, akan singgah di Fujairah Uni Emirat Arab menunggu untuk dijemput kapal yang akanmembawanya menunju Batam.
Ia memohon support dan doa agar proses mobilisasi berjalan lancar. Mobilisasi rig tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Lapangan Duyung yang ditargetkan memberikan tambahan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri.
Djoksis menjelaskan, Lapangan Duyung nantinya diproyeksikan memproduksi gas sebesar 111 MMSCFD untuk pasar domestik. Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)-Batam.
“Lapangan Duyung nanti akan memproduksi gas 111 MMSCFD untuk dalam negeri, melalui pipa WNTS-Batam yang Insya Allah bulan ini selesai pembangunannya dan akan segera commissioning,” jelas Djoksis seraya berharap upaya untuk merealisasikan kemandirian energi nasional dapat terlaksana dengan baik.
Sebagai catatan, jack up rig adalah anjungan pengeboran lepas pantai bergerak (mobile offshore drilling unit atau MODU) yang mempunyai lambung apung serta tiga atau empat kaki besar baja yang dapat dinaik-turunkan.





































































