Jakarta, Energindo.co.id – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala SKK Migas mengajak seluruh insan hulu migas untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat perjuangan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan SKK Migas, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengatakan kemerdekaan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa yang diraih melalui perjuangan, pengorbanan, dan doa para pendahulu bangsa. Semangat perjuangan tersebut harus terus diwujudkan melalui kerja terbaik untuk bangsa dan negara.
“Mari kita mensyukuri 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dengan memberikan kerja terbaik bagi bangsa dan negara. Bagi industri hulu migas, pekerjaan yang kita lakukan bukan sekadar memenuhi target organisasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Kepala SKK Migas yang sambutannya dibacakan oleh sekretaris SKK Migas, Lukky A. Yusgiantoro.
Mengusung tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, SKK Migas menegaskan bahwa sektor hulu migas memiliki peran strategis dalam mendukung kedaulatan energi nasional. Setiap tambahan produksi minyak dan gas bumi memberikan kontribusi bagi ketahanan energi, penerimaan negara, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari (BOPD) dan target salur gas sebesar 5.508 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Hingga Juli 2026, pencapaian masih belum mencapai target. Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan yang harus dijawab bersama oleh SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai kendala operasional sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, seperti gangguan infrastruktur penyaluran, permasalahan kelistrikan, kebocoran pipa, penurunan produksi sejumlah lapangan, hingga kejadian unplanned shutdown menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja produksi nasional.
Kepala SKK Migas mengajak semua insan hlu migas untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh mulai dari aspek subsurface, strategi pengeboran, eksekusi pekerjaan, hingga kesiapan fasilitas produksi. Evaluasi ini harus menjadi dasar bagi langkah perbaikan yang konkret agar kinerja semester kedua dapat lebih baik.
Memasuki semester kedua tahun 2026, SKK Migas menyampaikan tiga arahan utama kepada seluruh insan hulu migas.
Pertama, seluruh program dalam Work Program and Budget (WP&B) agar dikawal dan dipercepat pelaksanaannya dengan tetap memperhatikan keselamatan, kepatuhan, serta keandalan operasi. SKK Migas juga mendorong evaluasi terhadap rencana planned shutdown agar dapat dioptimalkan sehingga potensi kehilangan produksi dapat diminimalkan.
Kedua, seluruh pekerja hulu migas diminta memperkuat rasa memiliki (ownership) terhadap setiap pekerjaan. Setiap proses harus dikawal hingga tuntas dan menghasilkan manfaat nyata, tanpa terhambat oleh batasan fungsi maupun organisasi.
Ketiga, seluruh insan hulu migas diajak untuk terus berikhtiar sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh kegiatan operasi berjalan aman, lancar, dan mampu mencapai target produksi nasional.
Kepala SKK Migas menekankan bahwa kita mungkin berasal dari fungsi dan perusahaan yang berbeda, tetapi kita memiliki satu tujuan yang sama, yaitu memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Dengan semangat kebersamaan, sense of urgency, dan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita mampu menghadapi tantangan dan mencapai hasil terbaik. Pada kesempatan tersebut, Dia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja hulu migas, khususnya para pekerja lapangan yang tetap menjaga keberlangsungan produksi nasional di tengah berbagai tantangan operasional.
“Semangat para pejuang kemerdekaan harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Jika dahulu perjuangan bangsa adalah merebut kemerdekaan, maka perjuangan kita hari ini adalah menjaga ketahanan energi dan mencapai target lifting 610 ribu BOPD,” ujar dia.
SKK Migas optimistis dengan kerja keras, kolaborasi, inovasi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, industri hulu migas mampu memberikan kontribusi maksimal bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.









































































