Jakarta, Energindo.co.id – PEP berhasil melaksanakan Work Over Sumur AKP-003, Field Jatibarang, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dari Lapisan CGL melalui re-perforasi interval 2338–2344 mMD dan penambahan perforasi interval 2328–2332,5 mMD. Selain itu dilakukan pemasangan ESP untuk mengoptimalkan produksi sumur. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Senin (21/9/2026) pukul 08.16
“Setelah seluruh rangkaian pekerjaan diselesaikan, flow test mencatatkan produksi sebesar 2509.3 BOPD,” kata Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto.
Dia melanjutkan, “Sumur AKP-003 juga langsung dapat diproduksikan (PoP), sehingga tambahan produksi yang diperoleh dapat segera memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi Zona 7”.
Dari sisi operasional, imbuh Djoksis, pekerjaan dilaksanakan menggunakan Rig ADI#12 dengan realisasi durasi selama 13 hari. “Rig telah release di jam 6 pagi ini kemudian akan dilanjutkan dengan proses Rig Down Rig dan demobilisasi peralatan dan material. Realisasi biaya sampai saat ini sebesar USD 315.354 atau 77.80% dari rencana biaya sebesar USD 405.346,” papar mantan Dirjen Migas ini.
Keberhasilan Sumur AKP-003 ini, tandas Djoksis, memberikan tambahan produksi yang signifikan bagi Zona 7 dan menjadi momentum positif dalam mendorong pencapaian target produksi dan lifting minyak nasional.
“Mohon dukungan perizinan dan doa agar kegiatan Pemboran, Work Over & Well Service yang masih akan dilaksanakan dengan jumlah ratusan, ribuan, puluhan ribu pada tahun ini hingga akhir Desember 2026, sesuai WP&B dapat menghasilkan produksi lebih besar dari targetnya,” harap Djoksis.





































































