Jakarta, Energindo.co.id – Tidak disangkal, lapangan-lapangan minyak dan gas bumi (migas) Tanah Air umumnya mature field (lapangan tua). Kendati tua tetapi peminatnya membludak. Ibarat kelapa, semakin tua santannya makin banyak. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Energindo.co.id Kamis (29/10/2026) pukul 07.40 WIB.
“Alhamdulilah, hulu migas makin tua makin bergairah muda, bak pengantin baru,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Betapa tidak. Djoksis mengutarakan, “Front-End Engineering Design (FEED) Masela Done, PJBG Gas Masela kemarin done diborong jadi rebutan”.
Pembelinya dalam negeri, yaitu Petrochem, PLN, PGN, Pupuk. Sedang dari luar negeri, lanjut Djoksis, Shell, bp dan Jepang.
Sementara proses lelang EPC – OLNG dan FPSO sedang berjalan. “Sebentar lagi diumumkan pemenang lelangnya,” tutur mantan Dirjen Migas ini. Untuk konstruksi perimeter sudah ada pemenang dan telah mulai konstruksi.
Lebih jauh Djoksis mengutarakan bahwa proyek ENI-Petronas senilai 23 milyar USD sedang berjalan dan konstruksi. “FPSO BHL-1 ( terbesar dalam sejarah) telah selesai 50 persen,” jelas Djoksis seraya mengimbuhkan proyek Andaman Mubadala senilai milyaran USD juga sedang berlangsung.
Sementara kegiatan drilling ekplorasi dengan target gyant discovery milyar barel minyak di Offshore Papua oleh Total Indonesia, Petronas dan Pertamina akan dilakukan pada bulan depan. “7 Sisters Chevron, Shell coming back untuk berinvestasi di Indonesia,” terang Djoksis, sembari memohon doa dan support agar usaha untuk mewujudkan swasembada energi.












































































