Jakarta, Energindo.co.id – Agar laju produksi sumur minyak tetap konstan mengalirkan minyak, perlu dilakukan perawatan dan perbaikan besar (work over). Hal ini telah dilakukan di sumur BU01 milik ExxonMobil Cepu Ltd.
Hasilnya? Berdasarkan hasil flow test mencatatkan Field Net Uplift sebesar 2800 BOPD. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga diterima Energindo.co.id pada Kamis petang pukul 18.50 WIB (1/10/2026).
“Alhamdulilah, pelaksanaan Work Over Sumur BU01, dengan objektif utama melakukan Gas/Water Shut-Off (GWSO) Chemical, perforasi, dan stimulasi acid dalam rangka mengendalikan kontribusi gas/air dari zona yang tidak diinginkan sekaligus membuka dan meningkatkan produktivitas zona target,” kata Djoksis sapaan akrab Djoko Siswanto. Saat ini, seluruh rangkaian pekerjaan utama telah dilaksanakan.
“Berdasarkan hasil flow test mencatatkan Field Net Uplift sebesar 2800 BOPD, dibandingkan target awal sebesar 500–1,900 BOPD,” tandasnya.
Selain menghasilkan peningkatan produksi yang signifikan, tambah eks Plt. Dirjen. Migas ini, pelaksanaan pekerjaan tersebut juga menunjukkan efisiensi operasional yang sangat baik. Karena dilaksanakan menggunakan rigless operation (tanpa rig).
Lebih jauh Djoksis menjelaskan, jika ditilik dari sisi operasional, sementara pekerjaan telah berlangsung selama 19 hari, dibandingkan rencana awal 40.8 hari. “Setelah flowtest dilakukan, selanjutnya sumur di-shut in dan akan dilakukan Rig Down Move Out peralatan CTU sebelum sumur kembali di-online-kan,” kata Djoksis.
Dari sisi biaya, lanjutnya, estimasi realisasi berdasarkan Field Estimate Cost hingga saat ini sebesar USD 1,312,397, dari rencana AFE sebesar USD 3,531,239 atau sekitar 37,16% dari AFE.
Djoksis menuturkan, hasil dari Sumur BU01 ini memberikan indikasi positif terhadap potensi tambahan produksi Lapangan Banyu Urip. “Monitoring dan evaluasi flow test akan terus dilakukan untuk memastikan kestabilan produksi dan memperoleh hasil akhir performa sumur,” terang Djoksis sembari memohon doa dan support agar produksi bertahan lama, sebab biasanya chemical tidak tahan lama terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi.




































































