Jakarta, Energindo.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan ziarah dan tabur bunga dalam tangka HUT Pertambangan dan Energi ke Makam Menteri Perindutrian Dasar dan Pertambangan, Dr Chairul Saleh dan istri, 1959-1964. Ziarah dilakukan ke Pemakaman Karet Bivak Jakarta pada Selasa pagi (29/9/2026) pukul 08.00 WIB.
“Kegiatan ini bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertambangan dan Energi ke 81 tetapi menjadi momentum bagi kita untuk mengenang dan memberikan penghormatan kepada para pendahulu yang telah memberikan pengabdian, pemikiran, tenaga dan dedikasinya di sektor pertambangan dan energi di Indonesia. Terkhusus kita mengenang pemikiran dan jasa Bapak Dr Chairul Saleh yang telah meletakkan fondasi awal pengelolaan sumber daya alam saat mengemban amanah sebagai Menteri Perindutrian Dasar dan Pertambangan, yang pertama pada tahun 1959 – 1965,” papar Djoko Siswanto saat membacakan sambutannya.
Dedikasi dan visi besar beliau menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan energi ekstraktif nasional. Keteladanan masa lalu beliau yang terus menginspirasi kita dalam memastikan kekayaan bumi pertiwi dikelola demi kemakmuran rakyat,” tegasnya
Djoko Siswanto melanjutkan, “Penghormatan terbaik kepada para pendahulu bukan hanya mengenang jasa mereka tetapi juga mengamalkan semangat mereka, menjaga integritas dan menjalankan amanah sebaik-baiknya”.
Sebagai informasi, Chairul Saleh memimpin Kementerian ESDM pada tanggal 18 Januari 1960 hingga 31 Maret 1965.
Beliau adalah Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan yang pertama, sebagai founding father Kementerian ESDM.
Chairul Saleh lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, 13 September 1916. Dia memiliki jiwa patriot tinggi. Penginisiasi moment penting dalam Sejarah Perjuangan Bangsa yaitu peristiwa Rengasdenglok dan Proklamasi Kemerdekaan.
Chairul Saleh dikenal sebagai sosok yang sangat kuat dalam nilai-nilai persatuan, tidak berkompromi pada pemecah Nusantara terlebih Belanda, tidak tunduk pada perjanjian dengan pihak asing yang memecah Indonesia, Chairul Saleh sangat jelas memiliki visi kemakmuran untuk kesejahteraan rakyat Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai Kementerian ESDM.
Selama hidupnya Chairul Saleh telah menjabat berbagai jabatan dalam Pemerintahan yakni, Menteri Veteran dalam Kabinet Pembangunan, Wakil Perdana Menteri III Republik Indonesia sekaligus sebagai Ketua MPRS, Menteri Perindustrian Dasar/Pertambangan, Menteri Pertanian dan Agraria, Menteri Research Nasional, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Gaya Baru. Ia juga yang menelurkan ide negara kepulauan dengan batas teritorial 12 mil laut. Chairul Saleh wafat di Jakarta pada tanggal 8 Februari 1967 dan dimakamkan di Pemakaman Karet Bivak.




































































