Jakarta, Energindo.co.id – Kegigihan membawa hasil. Hal ini terbukti di sumur eksplorasi Bekantan-1 WK Natuna Sea Blok A berbuah gas bumi. Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pengeboran Sumur Eksplorasi Bekantan-1 berhasil mendapatkan gas di WK Natuna Sea Blok A.
“WK ini dioperasikan oleh KKKS Prime Natuna EP, sebagai bagian dari campaign tiga sumur eksplorasi di Laut Natuna Barat, yaitu Laba-Laba-1, Bekantan-1, dan Tenggiling South-1,” kata Djoko Siswanto dalam laporannya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang diterima Energindo.co.id pada Selasa malam pukul 22.37 WIB (22/9/2026).
Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto mengutarakan campaign diawali dengan pengeboran Laba-Laba-1 yang berhasil mengindikasikan keberadaan gas pada reservoir Upper Arang. “Hasil evaluasi awal berupa gas in-place sekitar 50 BCF, total net pay 122 ft, dan estimasi deliverability 20–30 MMSCFD,” ujar Djoksis.
Sebagai kelanjutan campaign, lanjut mantan Dirjen Migas ini, Bekantan-1 ditajak pada 28 Agustus 2026 menggunakan Jack Up Rig Admarine-502. Sumur dibor secara directional dengan profil J-type hingga kedalaman akhir 5.945 ftMD / 5.665 ftTVD, dengan inklinasi 38° di TD. “Kegiatan pengeboran saat ini baru saja selesai dan sumur telah diamankan melalui pemasangan Temporary Abandonment (TA) Cap,” tandas Djoksis.
Berdasarkan hasil akuisisi data melalui LWD, total gas monitoring, pressure test, fluid identification, Mini-DST, dan fluid sampling, diperoleh indikasi positif hidrokarbon pada empat lapisan reservoir, yaitu UA Aa-10, UA Aa-8, MA Ca-5, dan MA Ca-3, pada interval kedalaman sekitar 4.155–5.630 ftMD.
“Hasil evaluasi sementara post-drill menunjukkan total net pay sekitar 97 ft dengan estimasi awal deliverability sekitar 12 MMSCFD,” katanya. Hasil Bekantan-1 semakin memperkuat hasil positif Laba-Laba-1 dan memberikan indikasi yang konsisten terhadap potensi gas di WK Natuna Sea Blok A.
Selanjutnya, imbuh Djoksis, Bekantan-1 dan Laba-Laba-1 direncanakan untuk dipersiapkan menuju production completion, sehingga dapat mendukung percepatan transisi dari tahap eksplorasi menuju produksi pada kesempatan pertama.
“Dari sisi kinerja operasi, Bekantan-1 diselesaikan dalam estimasi 30 hari, lebih cepat dibandingkan rencana 45 hari,” tambah Djoksis.
Selain capaian teknis dan efisiensi operasi, Natuna Exploration Drilling Campaign juga telah mencatatkan 85.104 safe man-hours sejak campaign dimulai pada 25 Juli 2026.
Lebih jauh Djoksis menyampaikan secara keseluruhan, hasil positif dari Laba-Laba-1 dan Bekantan-1 menjadi capaian penting dalam campaign eksplorasi Natuna Sea Blok A serta menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut, persiapan pengembangan, dan percepatan monetisasi potensi gas di Laut Natuna Barat.
“Mohon dukungan dan doa pengeboran sumur eksplorasi berikutnya rencana akan dilaksanakan minggu depan yaitu sumur ke-3 Tringgiling South-1,” tandas Djoksis sembari berharap semua aktivitas berjalan aman, lancar dan selamat sehingga mendapatkan gas melebihi target.




































































