Jakarta, Energindo.co.id — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka muktamar PBNU yang berlangsung di pondok pesantren Bahlul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Muktamar PBNU diharapkan melahirkan figur Rais Aam dan Ketua Umum yang dapat membawa PBNU lebih maju lagi.
“Muktamar PBNU ke-35 harus jadi momentum yang mempersatukan dan mempererat persaudaraan nahdliyin,” kata Munawar Fuad Noeh, Ketua Presidum Nasional Garda Ulama, Selasa (25/8/2026).
Fuad menjelaskan banyak rumor yang beredar mengenai konstesasi pemilihan ketua umum PBNU. Namun hal tersebut dipastikan tidak mengurangi esensi muktamar yang membahas masa depan NU di usianya yang memasuki abad ke-2.
“Figur bakal calon ketua umum yang beredar saat ini sangat representatif karena berasal dari berbagai latar kompetensi, keilmuan dan representasi wilayah. “Saya beruntung telah berbincang dengan semua bakal calon ketua umum,” jelas mantan Sekretaris Jenderal Pemuda Ansor tersebut.
Fuad, yang masih bagian dari Pengurus PBNU periode saat ini, menilai banyaknya bakal calon ketua umum menandakan adanya kaderisasi yang berjalan baik di tubuh NU.
Fuad berharap dinamika muktamar dapat membawa mengenal kembali asal usul NU dan dapat membangun rekonsiliasi pasca berbagai isu yang menerjang NU.











































































