Jakarta, Energindo.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Medco E&P Natuna telah melaksanakan tajak (spud in) Sumur Eksploitasi WB-H04 pada Rabu 30 September 2028 pukul 07:00 WIB di Wilayah Kerja Block B Natuna. Demikian diungkapkan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Jumat pagi pukul 07.25 WIB (2/10/2026).
“Alhamdulilah, seluruh pekerja di lapangan nampak dalam gambar/foto berdoa sebelum tajak sumur, memohon segalanya pada Allah. Mereka bekerja 24 jam. Berada jauh di tengah Laut China Selatan / Laut Natuna. Mereka ikhlas meninggalkan anak istri dengan mempertaruhkan nyawa. Mencari migas untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia!” papar Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Menurut mantan Plt. Dirjen Migas ini, sumur yang akan dibor secara directional menggunakan rig SDP (Shelf Drilling Perseverance) (3000 HP) dengan target lapisan Arang-3, ULA, Udang-1, Udang-2, Udang-3 and Udang 4A pada interval 3,490 – 5,743 ftMD.
“Sumur ini ditargetkan untuk dapat memproduksikan Gas dengan initial produksi sebesar 25 MMSCFD,” tandas Djoksis.
Kegiatan pengeboran direncanakan berlangsung selama lebih kurang mencapai
55 hari. Proses tajak mencakup move, drilling, dan initial completion, dengan nilai Approved for Expenditure (AFE) sebesar USD 29.5 MM.
“Kegiatan pengeboran Sumur WB-H04 akan dilaksanakan sesuai program pengeboran dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Good Engineering Practices agar kegiatan berlangsung aman, lancar, dan selamat mencapai target yang telah ditetapkan bahkan lebih,” harap Djoksis seraya memohon doa dan support.




































































