Jakarta, Energindo.co.id – Prof Susumu Kitagawa, Peraih Nobel Kimia 2026 memberikan beberapa penting bila anak muda Indonesia ingin menjadi peraih Nobel seperti dirinya di masa depan.
“Saya pikir, kasus saya adalah kasus yang sangat istimewa. Sulit untuk mengatakannya berdasarkan karier saya,” kata Kitagawa dalam acara Kuliah Umum Internasional bersama Peraih Nobel Kimia 2025 pada Rabu (4/2/2026) di Graha Widya Bhakti Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong Tangerang Selatan. Tema kuliahnya bertajuk ‘The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact.
Selanjutnya Kitagawa memberikan dua kunci yang harus jadi perhatian oleh anak muda Indonesia, yang pertama adalah pelajaran banyak budaya.
Menurut Kitagawa, hal itu penting karena dengan mempelajari banyak budaya maka akan semakin banyak memiliki sudut pandang baru tentang hal-hal yang ada di masyarakat. “Jika Anda hanya berfokus pada, misalnya, area ini saja, lalu tinggal dan tumbuh besar di sana sampai akhir, maka Anda hanya akan memiliki satu budaya. Tetapi jika Anda pergi ke luar negeri, ke daerah yang berbeda atau semacamnya, budaya itu sangat penting. Jadi, tolong cari pengalaman semacam itu,” ujarnya.
Kitagawa juga menilai, dengan memiliki banyak mempelajari budaya lain, maka akan bisa mengasah kemampuan dalam berpikir. “Itulah poin yang saya sampaikan mempersiapkan pikiran. Mengasah persiapan pikiran, itulah poinnya,” tambahnya.
Kunci selanjutnya yang disarankan oleh Kitagawa adalah perbanyak membaca buku sebagai jendela dunia dan banyak memberikan perspektif baru soal kehidupan.
Prof. Kitagawa merupakan ilmuwan terkemuka dunia dari Kyoto University, Jepang, yang dikenal sebagai perintis pengembangan porous coordination polymers (PCPs) atau metal–organic frameworks (MOFs). Material berpori ini memiliki luas permukaan sangat tinggi dan struktur yang dapat dirancang secara presisi pada tingkat molekuler, sehingga berpotensi diaplikasikan secara luas di bidang energi, lingkungan, katalisis, pemisahan gas, hingga kesehatan. Atas kontribusi ilmiahnya yang fundamental dalam pengembangan MOFs, Prof. Kitagawa dianugerahi hadiah Nobel Kimia Tahun 2025.
Sementara Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan kehadiran Prof. Kitagawa di Indonesia merupakan momentum strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Jepang. “Diplomasi sains dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong alih pengetahuan, meningkatkan kapasitas riset nasional, serta mempercepat pembangunan ekosistem riset dan inovasi material maju yang berdaya saing global,” kata Arif.
Sedang Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menyampaikan kedatangan peraih Nobel Kimia ke Indonesia menjadi kesempatan penting untuk menginspirasi periset dan mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi internasional. “Kunjungan ini juga turut membangun budaya scientific excellence dan memperkuat ekosistem riset menuju lahirnya periset Indonesia berkelas Nobel di masa depan,” tegasnya.














































































