Jakarta, Energindo.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak transformasi industri berkelanjutan melalui pengembangan jejaring kolaborasi riset internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan Beijing University of Technology (BJUT), Tiongkok pada Selasa (2/12/2025), khususnya dengan Institute of Circular Economy, yang dikenal sebagai pusat unggulan riset ekonomi sirkular di tingkat global.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan riset teknologi, kebijakan, dan model ekonomi sirkular lintas negara guna mendukung agenda transisi industri rendah karbon dan ekonomi hijau Indonesia,” terang Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko.
Kerja sama tersebut diinisiasi oleh Wakil Direktur Institute of Circular Economy BJUT, Tingting Liu, dan dikembangkan bersama Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko.
Institute of Circular Economy BJUT memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan riset terintegrasi yang mencakup teknologi ekonomi sirkular, perancangan kebijakan, hingga pengembangan model sistem dan metode evaluasi kinerja komprehensif.
“Fokus riset tersebut meliputi pengelolaan dan pemanfaatan limbah padat multi-sumber di tingkat regional melalui pendekatan material flow analysis (MFA), life cycle assessment (LCA). Kemudian analisis tekno-ekonomi, serta perumusan kebijakan berbasis data untuk mendukung pengurangan polusi dan emisi karbon,” urainya.
Dalam pembahasan kerja sama, BRIN dan BJUT menyepakati sejumlah area prioritas riset bersama, antara lain ekonomi sirkular industri, daur ulang limbah elektronik dan plastik, optimalisasi aliran material dan sumber daya, serta penguatan basis data dan indikator kinerja lingkungan sebagai fondasi perumusan kebijakan industri berkelanjutan. Pendekatan multidimensi yang dikembangkan BJUT dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam mempercepat transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih efisien dan rendah karbon.
Tingting Liu menyampaikan bahwa kerja sama dengan BRIN membuka peluang besar untuk mengembangkan riset ekonomi sirkular yang lebih kontekstual terhadap tantangan negara berkembang.
“Kolaborasi ini memungkinkan integrasi yang lebih kuat antara aspek teknologi, rantai pasok, dan kebijakan publik. Pertukaran perspektif lintas negara sangat penting untuk mempercepat penerapan praktik terbaik ekonomi sirkular, baik di tingkat industri maupun regional,” ujarnya.
Sementara itu, Nugroho Adi Sasongko menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan mandat BRIN dalam memperkuat basis ilmiah transformasi industri nasional.
“BRIN mendorong pendekatan sistem dalam pengembangan industri berkelanjutan. Integrasi metode MFA, LCA, dan evaluasi kinerja komprehensif akan memperkuat perumusan kebijakan industri hijau, mendukung hilirisasi berkelanjutan, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya dan penurunan emisi karbon,” jelasnya.
Ke depan, BRIN dan Beijing University of Technology berkomitmen menindaklanjuti kerja sama ini melalui pelaksanaan riset bersama, pertukaran peneliti dan mahasiswa, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta publikasi ilmiah dan rekomendasi kebijakan di bidang ekonomi sirkular dan industri berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia sekaligus memperkuat posisi BRIN dalam jejaring riset global.













































































