Jakarta, Energindo.co.id – Bila Anda kebetulan melancong ke Desa Sejati, Sampang Madura, jangan lupa mampir ke Boster Farm Telur Asin, usaha peternakan bebek petelur yang mengolah telur asin. Pasalnya, telur asin racikannya memiliki keunggulan rasa khas, berbeda dengan telur asin lain. Rasa asinnya tidak terlalu menyengat lidah, ber”pasir”, berminyak dan empuk saat dikunyah.
Karena rasa khasnya berbeda, tidak heran bila telur asin produksi Syaifullah ini digandrungi pengelola hotel di Sampang dan Pamekasan Madura.
“Setiap bulan sebanyak 800-1000 butir telur asin dikirim ke hotel Sampang. Untuk hotel di Pamekasan dikirim 125-150 butir telur asin,” jelas Syaifulloh (36) pemilik peternakan bebek petelur ini pada Energindo.co.id Rabu (4/11/2026). Tidak hanya hotel, lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren Assirajiyah Sampang juga memesan 220-300 butir telur asin olahan warga asli Dusun Selabayan, Kecamatan Camplong. Bahkan, telur asin ini dimasukkan sebagai produk unggulan UMKM Kabupaten Sampang.
Keberhasilan peternakan bebek petelur dan telur asin Boster Farm tidak lepas dari pendampingan dari Medco E&P Sampang yang disupport Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah Sampang Madura. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan semangat gotong royong. Tentu saja usaha ternak bebek petelur dan produksi telur asin berimbas pada penguatan ekonomi keluarga Syaifulloh dan membuka peluang pasar lokal dan regional.
Syaifulloh mengutarakan jumlah bebek yang diternaknya sebanyak 300 ekor hasil pemberian Medco. Dari 300 ekor bebek yang dipelihara dapat menghasilkan 200 – 220 butir telur setiap hari. “Sebutir telur asin dibandrol Rp2000,” tandasnya. Penghasilannya sehari bisa mencapai Rp750.000 – 1.000.000
Telur asin ini menembus pasar Surabaya. Sebanyak 200 – 300 butir asin dibawa dua minggu sekali oleh kakak kandung Syaifulloh ke Surabaya. “Mbak saya kebetulan berjualan jajanan dan gorengan di Surabaya,” ujarnya seraya mengimbuhkan permintaan telur asin di daerahnya makin tinggi yang membuatnya sedikit keteteran. Masuk akal bila Syaifulloh berharap bisa menambah jumlah bebek peliharaannya menjadi 600 – 900 ekor bebek. Berdasarkan kakulasi dia, dengan jumlah penambahan bebek tersebut, produksi telur bebek pun melonjak sekitar 700 butir setiap hari.
“Permintaan tinggi, tapi kami belum sanggup memenuhi karena memang jumlah bebek yang belum banyak, “ katanya, meyakinkan seraya berharap produk telur asinnya dapat masuk di beberapa minimarket.
Keberhasilan Syaifulloh tidak serta-merta diperoleh secepat kilat. Tanpa jerih payah dan kegagalan. Dia pernah gagal saat mencoba peruntungan bisnis lele.
“Dulu saya dan keluarga peternak lele tapi gagal, begitu ada peluang usaha ternak bebek petelur yang diberikan oleh Medco, langsung saya sanggupi,“ kenangnya. Namun kegagalan dirinya ia jadikan sebagai pelecut untuk kembali bangkit. Meraih impian menuju kesuksesan.
Setelah sukses ditangan, Syaifulloh tidak menjadikan diri seperti ungkapan pepatah “Kacang lupa kulitnya”. Dia tetap membutuhkan pendampingan dan binaan Medco. “Kami masih terus berharap mendapatkan binaan Medco,” katanya, menegaskan.
Terbukti, baru-baru ini Medco menyelenggarakan pelatihan UMKM.
“Alhamdulillah, hingga saat ini masih tetap dalam binaan Medco. Kita kemarin ikut pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh Medco di Pamekasan,” ujarnya. Materi pelatihan beragam, mulai dari manajemen keuangan hingga strategi pemasaran di media sosial (Medsos).
Medco tidak sekadar memberikan pelatihan dan pendampingan tetapi juga memberi kesempatan, memfasilitasi dan mengikutsertakan Boster Farm Telur Asin dalam beberapa event pameran, seperti di Jakarta dan Yogyakarta. Selain itu mendampingi study ternak bebek ke Blitar dan memberi bantuan pakan.
Syaifulloh berharap program bebek petelur dapat berkelanjutan dan melibatkan warga sekitar, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru di sektor produksi dan distribusi telur asin. Dengan begitu Dusun Selabayan dapat menjadi sentra telur asin khas Madura dengan ciri khas kualitas dan cita rasa lokal yang kompetitif.
Syaifulloh optimis, strategi pendekatan berkelanjutan dan pedampingan yang dilakukan oleh Medco dapat langsung memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Program peternakan bebek dan telur asin diharapkan menjadi role model penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.














































































