Jakarta, Energindo.co.id – Dua perusahaan migas raksasa dunia, yaitu bp dan INPEX tengah menyiapkan diri melakukan kegiatan survei survei seismik di wilayah utara Bali. Tidak tanggung-tanggung. Mereka menyiapkan kapal survei seismik SW Bly yang bakal digunakan untuk kegiatan survei seismiknya. Sasarannya tiga wilayah kerja (WK); WK Agung I, WK Agung II, dan WK Barong.
“Kapal Seismic SW Bly yang akan melakukan Seismic di utara Bali, untuk WK Agung I & WK Agung II serta WK Barong. Pihak bp dan INPEX sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Kerjasama (KKKS),” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Energindo.co.id Sabtu (31/10/2026) pukul 07.33 WIB. Keduanya sepakat berbagi pembiayaan. mengantongi. “bp 50% dan INPEX 50%,” cetus Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto seraya memohon doa agar hasil seismiknya bagus sehingga dapat dilakukan pengeboran. Jika berhasil, lanjut Djoksis, maka INPEX dan bp bisa berkantor di Bali.
Penegasan Djoksis menggambarkan optimisme SKK Migas dalam membuka kesempatan penemuan cadangan migas baru di kawasan utara Bali.
Karena itu, tidak berlebihan bila kapal SW Bly dan hasil survei seismik di WK Agung I, WK Agung II, dan WK Barong menjadi harapan baru industri hulu migas. Pasalnya, setiap data seismik yang berhasil dikumpulkan berpotensi menjadi pintu masuk bagi kegiatan pengeboran dan penemuan sumber daya migas baru demi mewujudkan swasembada energi nasional.
Selain di wilayah utara Bali, INPEX yang juga bekerja sama dengan bp juga bakal melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah blok Barong.
Lebih jauh Djoksis mengutarakan minat perusahaan migas dunia untuk berkegiatan di wilayah Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Mereka minimal melirik potensi yang ada dengan melakukan joint study. Sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) berskala global telah menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan nasional.
“Untuk joint-joint study cukup banyak. Nanti pada waktunya akan disampaikan oleh Dirjen Migas. Tapi paling tidak, ada beberapa KKKS besar yang sudah berminat untuk melakukan joint study, berpartner, dan perusahaan lokal juga ikut di situ,” jelasnya.
Sejumlah rencana kemitraan yang telah diidentifikasi antara lain melibatkan Pertamina dan Petronas di dua blok, yakni West Kolaka dan East Kolaka yang berada di wilayah Maluku Utara. Kedua blok tersebut merupakan wilayah lepas pantai (offshore). Selanjutnya, Pertamina dan INPEX direncanakan menjalin kerja sama di wilayah Mambruk, Papua Tengah.
Kemitraan lainnya melibatkan Total dan Petronas di Blok Tanah Besar serta Kali Besar. Sementara itu, Petronas dan Chevron juga direncanakan melakukan kerja sama di wilayah Padang.
Djoksis juga mengatakan, berbagai rencana kemitraan tersebut turut membuka peluang bagi perusahaan nasional untuk terlibat dalam kegiatan eksplorasi migas. “Kesemuanya akan juga berpartner dengan perusahaan nasional,” tegas Djoksis.
Selain itu, Petronas juga memiliki rencana joint study di sejumlah wilayah lainnya, yakni East Kabayan, North Kabayan, South Kabayan, dan Sebira yang berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.













































































