Jakarta, Energindo.co.id – Upaya merealisasikan swasembada energi khususnya minyak dan gas bumi (Migas), tajak atau pengeboran menjadi langkah utama. Melalui tajak sumur, migas dapat dialirkan.
“Alhamdulilah, PT. Pertamina EP Asset 2 (PT. PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran lokasi BNG-D18 (BNG Batch Drilling) menjadi sumur pengembangan BNG-084 pada 25 Agustus 2026 dan per tanggal 21 Oktober 2026 telah berhasil melakukan uji produksi menggunakan metode dual string completion,” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto kepada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Kamis (22/10/2026) pukul 05.58 WIB.
Dia menambahkan, “Hasil Komplesi Uji produksi sementara Short string yang dilakukan pada lapisan TAF-L1 1819–1821 mMD, dengan laju alir sebesar 475.2 BOPD 250% diatas target dan 10.6 MMSCFD yang mengalir secara natural Open Flow, dari target initial produksi sebesar 182 BOPD”.
Sebagai informasi tambahan, lanjut Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto, pelaksanaan operasi di Sumur BNG-084 (BNG-D18) tercatat telah membukukan total safe man hours sebesar 67.284 jam sejak pertama kali tajak. Kendati demikian tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent.
Lokasi pengeboran ini terletak di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan (Sumsel).
Mantan Plt. Dirjeb Migas ini menjelaskan. sumur tersebut dibor secara Directional/Berarah menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E hingga kedalaman akhir di 2556 mMD / 2522.93 mTVD, dalam total waktu 46 hari dari program 48 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga tanggal 21 Oktober 2026.
“Estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar USD 6,705,146.43 (83.67% dari AFE yang disetujui),” kata Djoksis sembari memohon doa dan support agar produksi bertahan lama.












































































