Jakarta, Energindo.co.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) fokus pada operation excellence dan akselarasi pengembangan integrasi proyek Sakakemang PSC dengan fasilitas exsisting di Corridor dan Gresik demi efisiensi.
“Kita meleverage existing facilities. Kalau dulu (Repsol) membangun fasilitas independent. Sekarang kita akan menggabungkan fasilitas yang sudah ada di Corridor. Gasnya akan kita bawa ke Gresik,” kata Senior Vice President Business Support Medco Energi Iwan Prajogi dalam sesi diskusi bertajuk “MedcoEnergi Today: Value, Focus, Growth” di tengah acara IPA Covex 2026 pada Rabu (20/5/2026) di ICE BSD City Tangerang Selatan.
Dengan demikian, lanjut Iwan, perusahaan tidak perlu membangun fasilitas baru. Keuntungannya waktunya bisa dipercepat dan costnya bisa ditekan. Saat ditanya tantangan yang dihadapi, Iwan menyatakan pasti ada, baik di onshore maupun offshore.
Walaupun memfokuskan diri pada dua pengembangan bisnis tersebut, tetapi perusahaan migas nasional besutan (alm.) Arifin Panigoro akan tetap mengincar opportunity untuk mengekspansi dan mengoptimalkan pengembangan aset-aset yang ada.
Ada 2 aset utama yang akan dibuild up pada tahun 2026 untuk mendongkrak produksi. Fokus utamanya ada di Corridor dengan melakukan deep drilling development. Target yang dibidik pada tahun 2027.
“Di tengah gejolak ketidakpastian dan turbulensi geopolitik global serta volatilitas, kita selalu put ourselves. Itu konservatif tetapi konsisten. Bukan berarti tidak melakukan take action. Bila melihat ada potensial upside, pasti akan kita manfaatkan,” tandas Iwan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban utang tetapi tidak abai bila ada capital-capital project yang bisa diakselarasi yang memberikan positif impact kepada Medco.
Produksi migas Q1 meningkat
Lebih jauh Iwan mengungkapkan bahwa produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan. Menurutnya, keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Iwan.
Akuisisi Corridor PSC bahkan meningkatkan kepemilikan Medco dari 46 persen menjadi 70 persen dengan tambahan dampak produksi sekitar 25 mboepd serta cadangan 2P sebesar 58 mmboe. Sementara produksi pertama Sakakemang ditargetkan mulai pada kuartal III 2027.
Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini. Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream Kuartal Kedua 2026. Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif di September 2026.
Kebijakan taktis tersebut menjadi bagian dari strategi long term Medco untuk menjaga pertumbuhan produksi migas sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama gas domestik.











































































